Catatan Perjalanan ke Rusia: Mental kuat, Otak Cerdas - Aal Iz Well (bag 11)

KONFRONTASI-Pernahkah anda bermimpi untuk tinggal, studi, atau jalan-jalan ke Eropa? Tentu tidak ada yang salah, namanya juga mimpi terkadang suka berlebihan. Bukan bermaksud untuk sombong, tapi saat ini saya sedang di eropa untuk tinggal dan studi disini, mungkin sebagian orang akan bilang “ Wah enak ya”, atau “keren bisa studi di eropa, pasti pintar dan tajir”atau mungkin ada yang bilang “asik bisa jalan-jalan trus maen2 salju”, sekali lagi saya bukanya tidak setuju, mungkin saya akan menyangkal semua itu, terkecuali ucapan “kerennya”. Tulisan ini hanya semata-mata untuk menyuguhkan pengalaman yang saya alami dari kaca mata saya , walau saya tidak menggunakan kaca mata atau mungkin kaca mata saya tidak pas dengan anda.

Pertama ; studi di Eropa khususnya Negara Rusia tidak harus memiliki otak yang pintar biasa-biasa saja tidak usah terlalu lebay pinternya, tapi Mental dan kecerdasan yang utama harus dimiliki setiap individu. Kecerdasan disini dalam arti kemampuan untuk menyiasati segala permasalahan bukan untuk menipu, terkadang memang salah dipergunakan sih.

Kembali kepersoalan, jadi untuk studi disini mental lah yang harus diutamakan. Kenapa si mental yang harus diutamakan? jika dari awal mental anda tidak kuat atau bisa dibilang cemen dalam bahasa gaulnya, mungkin anda hanya akan bertahan 1 atau 2 bulan saja, setelah itu anda akan merengek telepon sanak keluarga untuk meminta tiket pulang dan anda gagal. Sebenarnya tidak sulit, anda hanya cukup bersyukur dengan keadaan itu, cukup. Kita mungkin sudah tau Rusia itu adalah negara seperti apa! Saya tidak akan banyak menceritakan tentang negara ini mungkin anda bisa mencari di Mba Gogel, jaman sudah modern.

 

Kesulitan yang sering dialami oleh mahasiswa asing termasuk Indonesia adalah dalam hal berkomunikasi. Kita mahasiswa, terutama mahasiswa baru pasti sangat setuju dengan hal satu ini. Setiap sudut, dimanapun kalian berada, mungkin di warung, toko buku, atau dijalan, atau di bank mungkin, dimanapun pasti bahasa Rusia, saya saja sampai muak mendengarnya, tapi mau bagaimana? Memang sudah seperti itu. Bayangkan jika mental kalian tidak kuat apa yang akan terjadi? Kalian tersesat atau salah naik bus, dan kalian tidak bisa bahasa Rusia, bagaimana kalian bisa menanyakan jalan atau bus untuk selamat? atau kalian sedang mengurus administrasi dan petugas administrasi kampus memberikan instruksi apa-apa saja yang harus dilakukan, jelas dalam bahasa Rusia? Mengerikan! Tapi tidak usah kuatir, kalau kalian punya mental dan kecerdasan mungkin semua akan baik-baik saja dan itu salah satu dari pembelajaran. Untungnya sistem pendidikan di Rusia menerapkan untuk mempelajari bahasa Rusia 1 tahun untuk setiap mahasiswa asing, termasuk mahasiswa Indonesia. Jadi dengan kata lain sebelum menuju Universitas untuk menimba ilmu, kalian harus mengikuti fakultas persiapan bahasa Rusia selama 1 tahun dan sangat membantu.

 

Masalah kedua adalah tempat tinggal atau asrama, mungkin tidak semua mahasiswa yang beruntung seperti saya karena asrama saya adalah salah satu asrama terbaru di seluruh asrama mahasiswa yang ada di Rusia saat ini, jadi kondisi masih sangat baik. Saya pernah berkunjung ke kota lain tempat teman mahasiswa Indonesia di Rusia. Saya dikasih ijin tinggal diasrama mereka dengan tarif 150 rubel/ malam, bukan tidak sanggup untuk tinggal di hotel tapi itung-itung pengiritan. Gedung asrama mahasiswa ini bagunan tua, kalo dilihat dari luar seperti bangunan tak bertuan. Bagunan ini 5 lantai, kamar khusus tamu di lantai satu, isi kamar standar saja, ada tempat tidur, penghangat ruangan, lemari, bantal dan sprei untuk alas kasur. Cukup nyaman, akan tetapi Permasalahnya dengan toilet.

 

Asrama ini hanya memiliki 1 kamar mandi dengan sistem mandi bareng-bareng. Jelas berbanding terbalik dengan keadaan di asrama saya. Masalah kenyamanan di asrama dimana kebersihan toilet atau kamar mandi kurang baik, bisa menjadi penyebab kita tidak betah. Kalo saja mental tidak kuat sekali lagi, pasti akan mudur sebelum berperang.

 

Masalah terakhir adalah cuaca. Cuaca yang sangat extrim dengan suhu udara yang mencapai minus 35 pada musim dingin bisa juga mempengaruhi kondisi kesehatan. Tapi kondisi isi bisa diakal-akalkan kalo kita cerdas. Beruang saja bisa hidup di kutup masa kita manusia kalah dengan binatang. Tapi ada enaknya, biasanya kalo musim dingin itu diindentik dengan salju! benar banget salju akan turun sangat lebat sehingga akan menutupi seluruh kota, pohon, mobil, gedung-gedung semua putih enak untuk dilihat, mungkin bisa maen-maen lempar bola salju dengan teman atau bikin boneka salju! Ya pokonya enaklah salju itu. Mungkin banyak orang ketika mereka melihat foto teman yang sedang diluar negeri, di dalamnya si teman dengan muka bahagia tiduran di atas tumpukan salju. Mereka ngga tau itu dingin banget, paling sehabis foto orang tersebut meriang.

Mungkin, ada juga orang yang sedikit tajir, tiap libur panjang trus jalan-jalan ke eropa dengan mendaftar ke perusahaan perjalanan wisata khusus Eropa untuk beberapa hari atau minggu keliling eropa dan melihat salju, bermain-main dengan salju trus foto-foto gitu. Kalian tidak pernah tau dan melihat pasca musim salju ini, dimana salju akan mencair, becek, dan ngga ada ojek, pokoknya berbanding kebalik.

 

Awal turun salju semua putih trus salju akan berubah menjadi air, air bercampur tanah, tanah di injek-injek, coklat semua. Kondisi seperti ini biasanya akan membuat mahasiswa-mahasiswa Indonesia kecewa karena mereka terlalu melihat Rusia itu adalah negara Eropa lainya seperti Prancis atau jerman atau mana gitu seperti mereka melihat di Tv tv. Jadi pas melihat kondisi yang nyatanya diluar dari harapan membuat mahasiswa ini galau, trus nyesel. Tapi saya yakin setiap negara di eropa lainnya akan sama kondisinya dengan Rusia walaupun saya belum pernah mengunjungi negara tersebut. Kebanyakan foto-foto yang diambil adalah tempat-tempat yang bersih atau memang dipersiapkan untuk bahan promosi dan kalian akan mengetahu yang sebenarnya jika kalian sudah tinggal dan netap di negara tersebut.

Pada akhirnya kalian akan sadar dan bilang negara sendiri lebih indah. Mungkin banyak masalah-masalah lainya yang tidak bisa saya sampaikan. Tapi ini cukup untuk mengisi blog saya. (bersambung)

 

Nurbayu Nandes Manan, menulis dari  Moskwa, Rusia

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA