23 January 2020

Tokoh

Jokowi bohong lagi ?

KONFRONTASI -     Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon, Banten, Jumat (4/12/2019).

Sidak ini dilakukan di luar agenda kegiatan resmi Jokowi, yang sebelumnya hanya berencana meresmikan pembangunan pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP II).

Iran Hargai Kepala Trump Rp 42 M, AS: Teroris

KONFRONTASI -   Amerika Serikat akhirnya berkomentar soal tawaran uang hingga US$ 3 juta atau sekita Rp 42 miliar untuk kepala Presiden Donald Trump.

Bahkan Duta Besar AS Robert Wood, yang khusus menangani perlucutan senjata, menilai langkah tersebut tak dibenarkan.

"Konyol dan mendukung nilai-nilai teroris," tulis Reuters mengutip Wood saat bertemu wartawan di Jenewa, Selasa (21/1/2020) waktu setempat.

 

Gawat, Presiden Jokowi Diprediksi Tak Sampai Selesai 2024: Begini Alasannya

KONFRONTASI -  Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi   Presiden  Joko Widodo alias Jokowi tidak bisa menyelesaikan masa jabatannya  hingga 2024 mendatang.  Hal ini dia sampaikan dalam sebuah acara yang ditayangkan di  YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu, 18  Januari 2020.

Dalam tayangan itu, Rocky  mula-mula menyinggung soal kasus suap yang melibatkan komisioner KPU, Wahyu Setiawan.   Begitu pula upaya KPK untuk menggeledah Kantor DPP PDIP.

Faisal Basri: Investasi turun, biang keladinya adalah pemerintah sendiri

KONFRONTASI -    Ekonom senior Faisal Basri menilai, penurunan investasi seperti yang dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo merupakan kesalahan pemerintah sendiri. Hal itu dia ungkapkan saat membahas Omnibus Law dalam blognya di faisalbasri.com.

Periode Pertama Jokowi, Luas Hutan Indonesia Berkurang 2,6 Juta Hektare

KONFRONTASI -   Di periode pertama pemerintahan Jokowi luas hutan Indonesia berkurang sekitar 2,6 juta hektare.

Kalau dibayangkan, area hutan yang hilang dalam lima tahun belakangan itu kira-kira setara dengan 40 kali lipat luas Kota Jakarta.

SPP Bocor dan Derita PDI-P

Oleh: Margarito Kamis

 

 

Bocornya Surat Perintah Penyelidikan (SPP)KPK dan OTT terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan semakin menambah buruk, buram dan amburadulnya penegakan di negeri ini. Korban pertama adalah PDI-P yang menjadi lawan paling tangguh kelompok-kelompok yang menolak revisi undang-undang KPK.

Rizal Ramli-Kwik Kian Gie, Sosok yang Tak Suka Menjilat Kekuasaan

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas, Kwik Kian Gie, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-85 pada tanggal 11 Januari lalu. Acara ulang tahun Kwik dirayakan pada hari Minggu (19/1/2020) lalu.

Sejumlah tokoh tampak hadir di acara itu, seperti Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Wakil ketua Gerindra, Sandiaga Uno, serta koleganya sesama mantan Menteri Ekonomi, Rizal ramli.

Merokok Keluar Arena Rakernas, Kader PDIP Kena Sanksi Megawati

KONFRONTASI -   Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sanksi kepada 26 kader partainya, lantaran tidak displin selama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP berlangsung pada hari kedua.

Pelanggaran disiplin itu mencakup beberapa hal, termasuk merokok di luar arena pelaksanaan Rakernas.

Pemerintahan Jokowi Masih Banyak Uang, Subsidi LPG Dalam APBN 2020 Senilai 50,6 Triliun;

Oleh : Salamuddin Daeng

 

Sebagaimana diketahui bahwa dalam UU APBN 2020 pemerintah dan DPR telah memutuskan nilai subsidi LPG 3 kilogram senilai Rp. 50,6 triliun. Nilai subsidi yang ditetapkan UU APBN 2020 tersebut memang sedikit menurun dibandingkan APBN tahun 2019 lalu. Penurunan nilai subsidi adalah sebesar 12,8 persen. Tahun 2019 nilai subsidi LPG 3 kg mencapai Rp. 58 triliun.  

Kejahatan Orang Kaya

Oleh: M Rizal Fadillah

 

Terinspirasi ucapan Menkumham Yasonna Laoly yang mendapat reaksi dari warga Tanjung Priok. Laoly menyatakan bahwa kemiskinan menjadi penyebab kejahatan.  Sebagai bandingan ia kemukakan daerah Tanjung Priok yang "miskin" tingkat kriminalitasnya lebih tinggi daripada daerah Menteng yang "kaya". Nah ungkapan sembrono Menteri ini tentu terlalu menjeneralisasi dan menyederhanakan.

Pages