20 July 2018

Politik

Rizal Ramli: Hari Tanoe Jangan Ngawur, Presiden dan Wapres Itu Maksimum Dua Kali

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, mengkritik langkah Perindo dan Ketua Umumnya Harry Tanoesoedibjo yang mencoba membuat Jusuf Kalla bisa duduk lagi di kursi Cawapres. Diketahui Perindo mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka menggugat Pasal 169 huruf n yang menghalangi Jusuf Kalla bisa maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

Gerindra Harapkan Demokrat Ikut Bergabung

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria berharap Partai Demokrat bergabung dalam koalisi bersama Partai Gerindra dalam rangka memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Putra Si Raja Dangdut 'Nyaleg' Lewat PAN

KONFRONTASI-Anak pedangdut Rhoma Irama, Fikry Zulfikar Irama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Vicky Rhoma, masuk dalam daftar calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang maju dengan daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II Pulau Lombok.

Prabowo Bakal Jadi Capres atau King Maker?

KONFRONTASI-Direktur Populi Center Usep S Ahyar menilai Ketua Umum DPP Partai Gerindra harus hati-hati mengambil sikap politiknya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 karena elektabilitasnya cenderung stagnan sehingga perlu upaya serius mengatasinya.

10 Parpol di Madiun Tak Daftarkan Bacaleg Sesuai Kuota

KONFRONTASI-Sebanyak 10 dari 16 partai politik (parpol) di Kota Madiun, Jawa Timur tidak mendaftarkan bakal calon anggota legislatif sesuai dengan kuota 30 bacaleg setiap parpol yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum setempat.

Pilih Cawapres, Prabowo Jangan Terjebak Pada Keinginan Parpol Koalisi

KONFRONTASI-Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahudin, mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya, bila ingin menang atas Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
     

Politisi PKS: Prabowo Usung Nama Lain jadi Capres

KONFRONTASI - Jelang pendaftaran pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 mendatang, yang akan dibuka pada 4-10 Agustus mendatang, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan, kemungkinan muncul kejutan-kejutan.  Misalnya, Prabowo Subianto batal maju sebagai capres dan memilih menjagokan nama tertentu untuk berhadap-hadapan dengan Joko Widodo.

"Saya punya keyakinan, bisa saja kemudian Prabowo punya pikiran mencalonkan orang lain," ujar Mahfudz di Jakarta, Rabu (18/7).

Sekjen PDIP Klaim Caleg Artis Kuatkan Kepribadian Bangsa

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan PDI Perjuangan merekrut artis menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dengan pertimbangan untuk menguatkan kepribadian bangsa dalam konteks kebudayaan.

"PDI Perjuangan tidak asal comot bakal caleg hanya karena memiliki elektoral tinggi. Kalaupun PDI Perjuangan merekrut para artis, mereka bukan sembarangan dipilih, tapi telah menjalani beberapa tahapan proses," kata Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu.

Sidang Politik Uang Pilbup Lahat Masuk Tahap Tuntutan

KONFRONTASI - Dugaan money politics atau politik uang secara masif terjadi dalam Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Tim sukses dari pasangan calon nomor 4, Bursah Zarnubi-Parhan Berza berhasil mengumpulkan bukti dan saksi dari 18 kecamatan.

Diperkirakan ada 150 ribu amplop yang disebar untuk menyuap masyarakat agar memilih paslon nomor 3, Cik Ujang-Haryanto.  Kasusnya saat ini tengah ditangani Bawaslu RI, Mahkamah Konstitusi dan DKPP.

Soal Capres atau King Maker, Prabowo Masih Berhitung di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Direktur Populi Center Usep S Ahyar menilai Ketua Umum DPP Partai Gerindra harus hati-hati mengambil sikap politiknya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 karena elektabilitasnya cenderung stagnan sehingga perlu upaya serius mengatasinya.

"Apakah Prabowo akan maju di pilpres atau menjadi `king maker`, keduanya masih mungkin terjadi karena melihat konstelasi politik saat ini," kata Usep di Jakarta, Rabu.

Pages