26 May 2018

Opini

Mengurai Benang Kusut Koalisi

Keinginan ganti presiden makin kuat. Tentu di 2019. Kenapa? Pertama, rakyat kecewa. Soal apa? Ketidakadilan hukum, ketimpangan dan kesulitan ekonomi, pencabutan berbagai subsidi, pengangguran dan serbuan tenaga Aseng, dan janji-janji yang tak ditepati. Begitulah isu yang muncul. 

SK Bupati Dompu No. 186 Tahun 2011 Bentuk Neokolonialisme Baru

Indonesia merdeka merupakan merubah ketidakadilan sistem hukum yang diterapkan kolonialisme Belanda. Pada 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan merdeka dari penjajahan Belanda. Semangat Indonesia merdeka itu adalah kebebasan, kemanusiaan, ketertiban, keadilan dan kemerdekaan, ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Stigma Buruk Islam di Balik Terorisme

Oleh: Moh. Ilyas
Pemerhati Sosial Politik

Pekan-pekan terakhir ini derai air mata membasahi langit negeri ini. Pemantiknya tidak lain adalah serangkaian bom yang meledakkan beberapa tempat dan membuat puluhan nyawa melayang sia-sia.

#2019GantiPresiden: Suara Sudrajat, Isi Hati Warga Jawa Barat

Oleh: Tb Ardi Januar

Nama Sudrajat belakangan sedang menjadi objek pemberitaan dan buah bibir di sosial media. Hal ini buntut dari pernyataan #2019GantiPresiden kala dirinya mengakhiri debat Pilgub Jawa Barat, di Kampus UI beberapa hari lalu.

Ucapan Sudrajat dan tindakan Syaikhu yang membentangkan kaos #2019GantiPresiden membuat geram para pesaingnya. Pasalnya, ketiga pasangan lain adalah calon yang diusung oleh koalisi partai politik yang kembali akan mengusung Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti.

Rilis 200 Penceramah Berpotensi Jadi Senjata Makan Tuan

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sertifikasi penceramah? Ditolak publik dan gagal total. Umat menganggap itu bentuk kontrol dan pembatasan. Para penceramah akan merasa dipantau dan diawasi. Di zaman Orde Baru aja gak sampai begitu, kenapa sekarang diperrketat? Begitulah kira-kira keluhan ulama dan umat Islam.

20 Tahun Reformasi: Kekalahan Barisan Nasional Malaysia dan Kemenangan Oposisi

Oleh : Moh. Nizar Zahro *

Tepat 20 tahun yang lalu, Soeharto memutuskan berhenti dari jabatan Presiden. Keputusan Soeharto diambil setelah di seluruh tanah air dilanda demonstrasi besar-besaran menuntut pengunduran diri Soeharto.

Awalnya Soeharto bersikukuh tidak ingin mundur, namun gelombang demonstrasi kian hari makin membesar. Di sisi lain, rakyat dan mahasiswa sudah kehilangan rasa takutnya. Bahkan adanya korban yang mulai berjatuhan semakin menyulut semangat untuk segera menjatuhkan Soeharto.

Daftar 200 Ustad OK: Menteri Agama Memecah-belah Umat Islam

Oleh: Asyari Usman*

Pada hari Kamis (18/5/2018), Kementerian Agama menerbitkan daftar para ustad yang direkomendasikan sebagai “ustad OK” untuk mengisi pengajian. Ada 200 ustad yang sudah “lolos sensor”. Tak jelas apa-apa saja kriteria “ok” menurut versi Kemenag itu. Namun sangat bisa dipahami bahwa para ustad yang tegas dan vokal dalam memberikan ceramah, dianggap “unqualified” (tak memenuhi syarat).

Siasat Rentenir Internasional Menjajah Negara Kere

Oleh: Salamuddin Daeng

Tahap 1. Rancanglah mega proyek apa saja termasuk infrastruktur dalam jumlah sangat besar yang tidak akan mampu dibiayai dengan penerimaan APBN suatu negara atau kas BUMN suatu negara.

Tahap 2. Tempatkan orang orang dalam jabatan terkait dengan perencanaan ini seperti kementerian Bappenas, kementerian BUMN dan kementrian keuangan sebagai agen yang menjalankan mandat pemberi utang.

Krisis Moneter akan Kembali 'Terkam' Indonesia?

KONFRONTASI– Pemerintah Indonesia pada Februari 2018 kembali berutang Rp 783,23 triliun guna menutupi defisit APBN 2018 sebesar Rp 325,9 triliun untuk rencana defisit (proyeksi APBN 2018), Rp 384 triliun pembayaran jatuh tempo utang dan kebutuhan lainnya senilai Rp 72 triliun. Adapun rencana utang dilakukan dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 727,3 triliun, pinjaman langsung luar negeri Rp 51 triliun, dan pinjaman dalam negeri Rp 4,5 triliun.

Corporate State: Posisi Indonesia Terancam?

Oleh: Rusdianto Samawa*

Pages