17 December 2018

Opini

Persatuan Hakiki Bagi Kaum Muslim Dibawah Kalimat Tauhid

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamin ( BROWNIS)

Peristiwa apa yang fenomenal akhir-akhir ini? Tentulah peristiwa berkumpulnya jutaan warga dari berbagai wilayah di Indonesia ke Monumen Nasional ( Monas)dalam rangka Reuni Akbar 212. Hingga hari ini peristiwa itu masih terasa menggelayuti hati setiap manusia baik mereka hadir sendiri maupun yang hanya menyaksikan dari layar kaca televisi di rumah masing-masing. Anak- anak muda sekarang suka bilang " susah move on".

Manakala Prabowo_Sandi Geruduk Kandang Banteng: Isyarat Runtuhnya Status Quo?

Menurut pembacaan saya, rencana pemindahan posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke  ke Jawa Tengah adalah sesuatu yang menarik dicermati. Menarik karena Prabowo- Sandi sedang melakukan perang urat saraf (psywar), membunuh, menjinakkan mental lawan di kandang Banteng.

Kalau kita cermati, BPN Prabowo-Sandi  sedang melakukan penetrasi dan ekspansi ke jantung lawan. Saya pikir ini adalah sesuatu yang normal, Prabowo-Sandi sedang berupaya memperkecil ketimpangan (margin\gap) elektoral di Jawa Tengah.

Riau: Sesudah Lempar Mahasiswi S3 dengan Disertasi, Besok Rektor MR Angkat Bicara

RIAU- Rektor MR, terduga pelaku pelemparan disertasi setebal 250 halaman terhadap mahasiswi S3 Komala Sari angkat bicara. Rektor MR berjanji akan blak-blakan, Senin (10/12/2018) besok.

Minggu (9/12/2018) hari ini, Rektor MR belum mau berbicara.

"Mohon maaf, besok saya berikan konfirmasinya, terima kasih," ujar Rektor MR melalui pesan singkat, Minggu siang.

Membongkar Klaim Bombastis Terlampauinya Target Penerimaan APBN 2018Membongkar Klaim Bombastis Terlampauinya Target Penerimaan APBN 2018

Oleh: Gede Sandra, Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP)

Sri Mulyani optimis pendapatan negara di akhir tahun 2018 bisa menembus angka Rp1.936 triliun atau melampaui target APBN 2018 sebesar Rp1.894 triliun. Menurutnya, “Ini pertama kalinya penerimaan negara akan mencapai melebihi apa yang ada di dalam Undang-Undang (UU) APBN,” jelas Sri Mulyani, Rabu (5/12).

Prabowo, Jokowi dan Massa

Oleh:  Dr. Syahganda Nainggolan *

 


Prabowo pidato secara heroik di depan jutaan massa di Monas, pada 2 Desember 2018. Meski singkat, Prabowo berhasil mengkoneksikan batinnya dengan batin jutaan jiwa massa. Kompas tidak memberitakan ini. Beberapa pihak menganggap itu sebuah pengkhianatan media, yang eksistensinya, sejatinya, milik publik dalam konteks "stake holders".

Akhir Jokowi, Alarm Berbunyi dari TKN Jokowi-Amin

JAKARTA- Buat Jokowers jangan baperan lebih baik silakan baca ini: Inikah detik akhir Jokowi? Apa yang salah dengan dia? Bagi pendukung Jokowi, ada yang membuat dia risau, menyedihkan. Elektabilitas Jokowi merosot tajam. Khusus di battle ground paling penting Jawa Barat. Juga terjadi penurunan elektabilitas suara di Jateng dan Jatim – dua kantong suara terpenting Jokowi. Kemerosotan ini tentu menyesakkan. Kenapa?

Mimpi Meritokrasi

Oleh: Chavchay Syaifullah *

Meritokrasi adalah cerita sebelum tidur dalam sistem demokrasi kita hari ini. Namun ia bukan jenis dongeng, sebab bagaimana pun meritokrasi pernah muncul dalam beberapa periode pemerintahan. Meritokrasi meski baru dikenalkan istilahnya pada 1958 oleh Michael Young melalui bukunya, The Rise of The Meritocracy, namun sejumlah ilmuwan politik justru menghubungkan meritokrasi dengan beberapa peradaban yang pernah ada. 

BUMN era Jokowi: Antara Cetak Laba dan Biaya Politik Penguasa

KONFRONTASI- Pada 2 Desember silam boleh jadi adalah hari istimewa untuk warga Bantarjati Atas, Kota Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, hari itu mereka mendapat sambungan listrik, gratis. Yang luar biasa, penyambungan itu secara simbolis dilakukan Presiden Joko Widodo.

Pasca Matinya Walisongo Media: Melakukan Pemlintiran/Penggelapan

Oleh: Dhimam Abror Djuraid, Jurnalis Senior

Banyak yang mengira media adalah organisasi sosial yang seharusnya setia kepada idealisme.

Padahal, media adalah perusahaan yang--tidak ada bedanya dengan perusahaan-perusahaan lain--bertujuan mencari untung.
Banyak yang mengira pemimpin redaksi adalah pengambil keputusan tertinggi yang menentukan berita apa saja yang bisa ditayangkan atau tidak.

Menjadi Pemimpin Sejati Itu Bukan Main-Main

Oleh: Dina Wachid

Menjadi pemimpin itu adalah tugas yang berat. Apalagi kalau tidak punya kapasitas dan pegangan dalam memimpin. Menjadi pemimpin adalah pekerjaan yang serius, bukan main-main. Bukan untuk mendapatkan kesenangan apalagi kemewahan. Bukan untuk mendapatkan sanjungan dan pujian. Tapi bekerja untuk rakyat sebagai pelayan. Memastikan tak ada rakyatnya yang kekurangan. Tercukupi segala kebutuhan.

Pages