17 February 2019

Opini

Soal Debat Capres soal Energi, Pangan dan Infrastruktur: Jokowi Terbebani, Mesti Minta Maaf ke Rakyat?

Barangkali Debat ke-2 Pilpres kali ini menjadi momentum penting agar Joko Widodo harus meyakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa janji-jani yang pernah diucapkan telah dilaksanakan.  Khususnya janji-janji penting terkait debat hari ini seperti: 1. Pembangunan listrik 35 ribu MW. 2. Komitmen Tidak Import Pangan dan membuka lahan. 3. Dan Sekelumit problematika tentang Infrastruktur.

Filsafat, Akal Sehat dan Akal Bulus

Oleh: Dr. Mohammad Nasih*

Cinta Buta Pendukung Petahana

Panas setahun dihabiskan hujan sehari. Peribahasa itu betul betul nyata. Kisah jungkir balik dan keringat CEO Bukalapak Achmad Zaky membangun toko online-nya beberapa tahun, terhapus dalam sekejap karena cuitannya yang menyebut 'presiden baru'

Gerakan #uninstallbukalapak menggema di media sosial. Para pendukung 'presiden lama' tak terima dan menganggap Zaky adalah musuh yang harus disingkirkan.

Kecintaan para pendukung terhadap Jokowi menjadi tak terkendali. Cinta mereka menjadi buta.

Uninstall Bukalapak, Kedunguan Pendukung Gelap Mata

Oleh: Yudistira Farjana

Lebay apa baper sih, pendukung Jokowi? Ahh,  ada yang bilang dua-duanya. Di masa-masa jelang Pilpres gini, ya wajar orang cuit sana cuit sini di medsos. Harusnya, biasa saja dong reaksinya.

Maksud prolog di atas reaksi para pendukung Jokowi ketika mereka membaca ciutan CEO Bukalapak, Ahmad Zaky. Padahal, Zaky menulis by fakta. Dia tak asal tulis

Korupsi Dulu, Pecat Kemudian

Keriuhan Pilpres telah membuat masyarakat terlena. Isu genderuwo, propaganda rusia, penahanan Ahmad Dhani lebih menarik dibicarakan di warung warung kopi atau media sosial. 
 
Sedangkan, pesta pora para koruptor tak menarik minat sama sekali. Masyarakat seolah sudah kehilangan harapan dengan istilah pemberantasan korupsi dan malas untuk membahas soal korupsi. 
 

Ketika Filsafat Mengancam Elektabilitas

Oleh Liban M. Hayinas
--Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Madura--

Entah kebetulan atau disengaja, beberapa hari belakangan barisan figur “ternama” ramai-ramai mengkritik posisi politik Rocky Gerung (RG) yang doyan mengkritik Presiden. Tak kurang dari Ketua DPD Golkar DKI, Rizal Mallarangeng, pemilik tukang survei, Denny JA, Lembaga Studi Filsafat Nahdliyyin (LSFN), skolar-skolar Filsafat, dan seterusnya, turut ambil bagian dalam barisan tersebut.

Kereta, LRT, Tol, Bandara, Pelabuhan dan Jembatan Mubazir, Salah Siapa?

JAKARTA- Presiden Jokowi menjadikan proyek infrastruktur prioritas utama Kabinet Kerja. Selama 4 tahun terakhir, ia hadir di  peresmian kereta, LRT, tol, bandara, pelabuhan & jembatan. Sekitar 50% calon pemilih Jokowi di Pemilu 2019 pun mengaku bahwa mereka mau memilih Jokowi lagi karena pembangunan infrastuktur yang dinilai “terlihat”.

Hasil:

Banyak infrastruktur kebanggaan Presiden Jokowi terbukti sepi pengguna, merugi dan cenderung mubazir.

Menakar Kekuatan Politik Tentara di Pilpres 2019

Oleh: M.A. Hailuki, MSi
Kader Muda Partai Demokrat/Tenaga Ahli DPR-RI

Ada yang bilang, politik nasional Indonesia itu sampai kapanpun masih ditentukan oleh peranan militer. Khususnya dalam hal ini adalah TNI Angkatan Darat (AD).

Jika menilik kepada lembaran sejarah, preposisi itu memang ada benarnya. David Jenkins dalam risetnya tentang politik militer di Indonesia selama masa Orde Baru memberikan gambaran betapa aktor utama sistem politik Indonesia adalah tentara.

Compang-Camping Pemerintahan Jokowi

Oleh: Moh. Ilyas
Pemerhati sosial dan politik

Siang ini, Kamis, 14 Februari 2019, saya membaca sebuah berita di Detikcom yang cukup mencengangkan. Judul berita itu adalah "Plin-plan Pemerintahan Jokowi Batalkan Kebijakan 'Secepat Kilat'".

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Oleh: Asyari Usman

Pages