12 November 2019

Nasional

Menag Fachrul Razi 'Dibrondong' Pertanyaan soal Cadar dan Celana Cingkrang di Komisi VIII DPR

KONFRONTASI - Menteri Agama, Fachrul Razi dan Komisi VIII DPR RI gelar rapat perdana di ruang rapat Komisi VIII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari ini, Kamis (7/11).

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto langsung mencecar Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat baru dimulai. Politisi PAN itu mengungkit masalah larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor instansi pemerintah.

Yandri menilai hal tersebut perlu diluruskan, mengingat wacana itu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

KPK Pernah Lakukan Kajian Dana Desa Pada 2015, Hasilnya?

KONFRONTASI-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan bahwa lembaganya pernah melakukan kajian soal dana desa pada 2015.

"Tahun 2015, KPK pernah melakukan kajian tetapi di bidang pencegahannya," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Ia menyatakan pencegahan itu dilakukan setelah Undang-Undang Dana Desa telah diberlakukan.

Kunjungi Pindad, Menhan Prabowo Jajal Rantis Komodo

KONFRONTASI- Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/11/2019) guna mengecek industri pertahanan di Tanah Air.

Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono, Sekjen Kemenhan Laksdya TNI Agus Setiadji, beserta beberapa pejabat Kemenhan.

Berdasarkan informasi yang diterima, Prabowo tiba di PT Pindad dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Eks Danjen Kopassus itu disambut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose.

Novel Baswedan Dipolisikan Kader PDIP, Dituduh Rekayasa Penyiraman Air Keras

KONFRONTASI-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipolisikan ke Polda Metro Jaya oleh Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu melakukan rekayasa pasca-kasus dugaan penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu.

"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dewi menyebut ada hal yang janggal dari penanganan mata Novel pasca-penyiraman air keras tersebut. "Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitukan," sambungnya.

Dewi mengatakan, dirinya lulusan seni dan menduga ada rekayasa-rekayasa yang dilakukan Novel. Bahkan, dia mengklaim rekayasa itu sudah dimulai dari peristiwa penyiraman air keras.

"Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada disitu reaksi dia membawa air untuk disiramkan," klaim Dewi.

Dewi memaparkan seharusnya Novel menyiramkan air mineral usai disiram air keras untuk menetralisir air keras itu, namun Novel tidak melakukan hal itu. Dia juga mencurigai luka yang diterima Novel.

Menurutnya, seharusnya kulit Novel juga ikut terluka tidak hanya matanya saja. Saat berada di rumah sakit dia juga curiga karena mata Novel tidak diperban hanya wajahnya saja. Namun pada akhirnya mata Novel yang rusak bukan wajahnya.

"Faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak (rusak)," kata Dewi.

Dewi mengandaikan luka Novel dengan ekstensi mata yang kerap dilakukan oleh wanita-wanita. Menurutnya, jika seseorang melakukan ekstensi mata maka bulu mata orang tersebut akan ikut rontok karena kelopak mata sensitif. Dia menyebut Novel yang disiram dengan air keras tidak mengalami kerusakan pada kulitnya termasuk kelopak matanya.

Soal Dewan Pengawas KPK, Ini Kata Jokowi

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya akan dipilih dan dan diangkat olehnya diisi orang-orang yang memiliki integritas.

Menurut Jokowi, personel Dewan Pengawas KPK masih digodok dalam tim internal. Jika penggodokan sudah selesai, dia berjanji akan menyampaikannya kepada masyarakat.

Kemendagri Laporkan Desa 'Hantu' ke Polisi

KONFRONTASI-Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Nata Irawan mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah melaporkan kasus desa "hantu" ke Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kami menunggu hasil investigasi dari Polda dan Polres. Nanti mereka akan menyampaikan informasi, dari sana kami akan mengambil keputusan apakah dicabut keberadaan desa tersebut," ujar Nata di Jakarta, Rabu.

Investigasi Gula, Majalah Tempo Digugat Kementan Rp100 Miliar

KONFRONTASI-Menteri Pertanian (Mentan) menggugat majalah berita mingguan (MBM) Tempo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dengan nilai Rp 100 miliar lebih. MBM Tempo digugat karena tulisan investigasi: 'Swasembada Gula Cara Amran dan Isam'.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel yang dikutip, Rabu (6/11/2019), gugatan itu bernomor 901/Pdt.g/2019/PN.Jkt.Sel. Mentan menggugat:

1. PT Tempo Inti Media Tbk

2. Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arief Zulkifli

KPK Bantah Rekayasa Kondisi Mata Novel, Ini Klarifikasinya

KONFRONTASI-– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi beredarnya informasi atau berita bohong tentang kondisi mata penyidik senior lembaga antirasuah, Novel Baswedan. Tujuannya, supaya publik tahu bagaimana kondisi terkini kesehatan mata Novel usai disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Novel menjadi korban teror di dekat rumahnya kawasan Jakarta Utara pada 11 April 2017 lalu. Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut. Namun justru beredar kabar terkait kondisi mata Novel yang dituding rekayasa setelah munculnya video yang viral di media sosial.

Karena itu, KPK memberikan klarifikasi terkait berita yang cenderung bohong mengenai kondisi mata Novel melalui akun Twitter resminya @KPK_RI yang dikutip pada Rabu, 6 November 2019.

KPK menjelaskan bahwa Novel sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pasca diserang oleh orang tak dikenal dengan menggunakan air keras. Tapi, ia langsung dipindah ke Jakarta Eye Center karena kemungkinan terjadi luka di kornea mata akibat zat kimia asam sulfat yang terkandung dalam air keras.

“Selanjutnya, Novel dirawat di Singapura National Eye Centre pada 12 April 2017,” tulis akun KPK.

Melalui serangkaian perawatan, tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah dan membersihkan residu air keras di saluran pernapasan, karena terdapat luka bakar di rongga hidung.

“Proses penyembuhan area luar ini cenderung lebih cepat karena kemampuan regenerasi kulit yang lebih baik,” lanjutnya.

Saat itu, kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel terbakar, sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata.

“Namun, faktanya pertumbuhan selaput mata kiri mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dilakukan operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP),” katanya.

Nah, pada mata kiri yang dilakukan operasi OOKP terjadi pendarahan di balik lensa sejak empat bulan yang lalu. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali. Bila kondisi baik, mata kiri menjadi tumpuan penglihatan karena dapat digunakan untuk membaca dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4.

“Namun, dengan sudut pandang penglihatan yang sempit. Selain itu, saat ini kondisi mata sebelah kanan Novel pun tidak bisa melihat jelas dan tetap menggunakan hard lens untuk membantu melihat dengan lebih baik,” katanya.

Soal Polemik Celana Cingkrang, Alhabsyi: Tolong Pejabat Tahu Tupoksi!

KONFRONTASI-Wacana pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah menuai polemik. Sejumlah kalangan meminta Menteri Agama Fachrul Razi yang melontarkan wacana itu untuk mempertimbangkan hal tersebut.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi menyayangkan jika aturan aparatur sipil negara (ASN) dilarang mengenakan cadar dan celana cingkrang diterapkan. Menurut dia, cadar dan celana cingkrang tidak menunjukkan bahwa orang tersebut berpaham radikal atau teroris.

Isu Radikalisme Heboh. Rizal Ramli: Ekonomi Mandeg, Kita Bertanya Ini Kabinet Maju atau Mundur?

KONFRONTASI- Tokoh nasional Dr Rizal Ramli (RR) mengingatkan pemerintah, dengan hebohnya isu radikalisme, radikulisme & radikolisme, dan perkembangan ekonomi makro & mikro yang semakin mandeg, kita jadi bertanya-tanya apakah ini ‘Kabinet Maju’ atau ‘Kabinet Atret (achterwaarts) alis Kabinet Mundur’ ?

Pages