19 April 2018

Khazanah

Khalifah Mu'tasim dan Pelarangan Cadar

Oleh: Abu Selma

Membandingkan kejadian ketika seorang muslimah yang "dilecehkan" tentara romawi di Amuria (Turqi),  sampai terjadi perang dahsyat antara tentara muslim dengan romawi hingga pembebasan Amuria dan terbunuhnya ribuan tentara rumawi dengan "pelarangan"  cadar bagi mahasiswi muslimah di UIN Yogya,  mungkin tidak sebanding, karena pelecehan seorang muslimah oleh tentara kafir rumawi dengan pelarangan memakai cadar oleh seorang rektor muslim kepada para mahasiswi yg bercadar.

Menatap Geliat Islam di Papua

KONFRONTASI -  Siapa sangka masyarakat Muslim Nuu Waar ternyata sangat bersemangat dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Salah satu perintah yang paling kentara dilaksanakan masyarakat Nuu Waar adalah memupuk Ukhuwah Islamiyah. Nuu Waar, atau lebih akrab dengan sebutan Papua, dikenal memiliki masyarakat yang keras, antagonis. Namun anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Agama Kristen Menolak “Pemikiran Kritis”, Ntsane Motloung Pindah ke Islam

KONFRONTASI -  Meski latar belakang pendidikan Ntsane Motloung adalah Studi Alkitab dan pendidikan keagamaan, ia merasa kecewa karena isi Alkitab tidak menjawab banyak pertanyaan di kepalanya. Untuk bertanya pada gurunya pun percuma, karena agama Kristen menolak “pemikiran kritis” penganutnya. Buku-buku teks yang dibacanya pun tidak memberikan jawaban yang memuaskan.

Fasilitas Ibadah Makin Diperhatikan demi Tingkatkan Wisata Halal

Konfrontasi - Hobi perempuan berdarah Minang ini memang travelling. Bukan pergi dengan rombongan, tetapi seorang diri secara backpacker.

Eka Herlina,28, senang mengunjungi tempat baru, negara selain Indonesia, untuk lebih mengenal kebudayaan orang. Berpindah dari satu negara ke negara lain tidak lantas melupakan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang tentu punya aturan dasar sebagai seorang muslim. Baginya negara yang ramah terhadap wisatawan muslim ialah Thailand. Sebab dengan mudahnya dia mencari makanan halal.

 

"Terutama bagian selatan, mudah banget nemui makanan halal dan tentunya masjid. Di Bangkok sendiri, meskipun katanya susah cari makanan halal, so far di bagian tertentu ada kawasan halal, dekat masjid. Di mal bangkok juga ada. Pokoknya mau jajan di snack-nya pun beberapa ada tulisan halalnya. Jadi menarik aja nemu susu kemasan berbagai rasa, tapi ada tulisan halalnya," tutur Eka senang.

Dia menambahkan, sewaktu dalam perjalanan dari Krabi ke Bangkok menggunakan bus yang terdapat makan gratis di rest area, Eka pun mengikuti orang-orang yang sama dengan bus yang dia tumpangi untuk duduk di area bangku mereka.

"Alhamdulillah karena pakai jilbab, petugas di rest area langsung menghampiri dan bilang muslim over there! Ternyata saya harus ke area khusus muslim. Area yang dikelola sama ibu-ibu berjilbab untuk melayani kami para penumpang yang ingin makan," ungkapnya.

Eka juga pernah berwisata ke Korea Selatan, tetapi sayang dia terkendala saat akan beribadah. Di Bandara Incheon ada musala tetapi di dalam gate sehingga harus check in dulu. Sementara Eka belum bisa check in karena penerbangannya baru esok hari.

"Minta izin untuk salat di ruangan nursery sama petugas yang lewat, karena mungkin keterbatasan bahasa, mereka nggak paham. Cuma menjelaskan ruangan itu untuk ibu yang bawa bayi. Akhirnya saya memutuskan salat di depan ruangan nursery room, bukan di dalamnya. Dilihatin banyak orang deh," ucapnya. Namun kesan lainnya di Seoul bagi Eka terasa sekali keramahan untuk orang muslim. Beberapa kali dirinya dibantu warga lokal.

Cadar Bukan Budaya Arab,Sebut Habib Umar bin Hafidz

KONFRONTASI -  Masalah cadar adalah khilafiyah para ulama, ada yang

 

 

Inilah Kumpulan Muallaf yang Menangis Setelah Mengucap Syahadat

KONFRONTASI -   Aduh, video ini memperlihatkanbetapa menderitanya mereka tatkala br=erada di luar petunjuk Allah dan diluar agama Islam. Setelah mereka mengucapkan kalimasodo (Dua Kalimah Syahadat), mereka merasakan kebahagiaan dan lalu menangis.Apakah mereka menangis karena menderita setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, atau saking bahagianya yang terasa dalam lubuk hati terdalam? Tetapi itulah kenyataannya.Wallahu'alam bishshawab. Kadang kita juga ikut menangis, melihat mereka menangis, dan tentu tanda rasa bahagia kitadan terharu atas ke"Islam"an mereka.

Sesungguhnya, Yang Disebut Yesus Oleh Kaum Nasrani Adalah Seorang Muslim

KONFRONTASI -  Menurut keyakinan umat Kristen, Yesus adalah sosok anak Tuhan yang juga sekaligus menjadi Tuhan bagi umat manusia dan semesta alam, yang telah dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Maria (Maryam atau Mary), namun pada akhirnya akan harus terkorbankan nyawa-Nya di atas salib demi menebus dosa-dosa umat manusia, sebagai bentuk kasih-Nya kepada mereka.

Tanpa Memandang Jenis Kelamin dan Usia Dapat Hak Waris dari Pewarisnya

KONFRONTASI -  Nasab dalam hukum waris Islam merupakan salah satu sebab seseorang dapat mewarisi harta pewarisnya. Dalam Islam, masing-masing nasab dengan tidak memandang jenis kelamin dan usia mempunyai hak untuk memperoleh warisan dari pewarisnya.

Manuela Mirela Tanasecu: Aku Mencintai Muhammad Saw Tapi Tak Melupakan Yesus

KONFRONTASI -  Manuela-Mirela Tanasecu, perempuan asal Bucharest, Rumania ini terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang menganut agama Kristen Ortodoks. Meski tidak terlalu relijius, keluarga Mirela percaya akan adanya Tuhan. Mirela mulai mengenal Islam dari seorang da’i asal Tepi Barat, Palestina, Walid Sulaiman yang kemudian menjadi suaminya. Tapi sebelumnya, ia sudah tertarik dengan Islam setelah berkunjung ke sejumlah negeri Muslim seperti Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia.

Mualaf Rumania: Islam Agama yang Mudah Dimengerti

KONFRONTASI -  Manuela Mirela Tanescu lahir dan besar di Bukarest, Rumania. Keluarganya merupakan penganut Kristen Ortodoks. Namun, dari kecil ia tidak pernah ke gereja.

"Keluargaku tidak terlalu religius, tapi kita selalu percaya adanya Tuhan," akunya seperti dinukil onislam.net.

Jalan hidupnya berubah, ketika ia dinikahi Muslim Palestina. Melalui suaminya itu ia berkenalan dengan Islam. Hingga akhirnya setelah mengunjungi Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia, Mirela memutuskan memeluk Islam di Teheran, Iran.

Pages