25 May 2017

Khazanah

Menyoal Masalah Mental: Rasisme Basis Keangkuhan

Oleh: Imam Shamsi Ali*


Pada bagian yang lalu dipaparkan bagaimana kecenderungan militarisme itu, dengan segala konsekwensi yang telah diakibatkannya merupakan bagian dari fenomena penyakit mental. Orang yang masih bermental sehat akan selalu mengedepankan solusi damai dari setiap masalah yang dihadapinya. Perang hanya akan terjadi jika dipaksa oleh keadaan karena pihak lain melakukan agresi. Tapi peperangan atau kekerasan yang dilakukan dalam suasana solusi damai memungkinkan merupakan fenomena ketidak stabilan mental pelakunya.

Rasisme itu penyakit mental

Rasisme bukan barang baru dalam kehidupan. Rasisme justeru merupakan basis awal keangkuhan yang terjadi dalam kehidupan ini. Itulah yang menjadikan Iblis menolak sujud dalam penghormatan kepada Adam (alaihis salam). Dia menolak perintah Pencipta langit dengan keangkuhan rasisme seraya berkata: "apakah saya akan bersujud (hormat) kepada seorang manusia sedangkan saya lebih baik dari dia. Engkau cipatakan aku dari api. Sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".

Memahami kemuliaan atau harga ciptaan dari "obyek fisik" inilah yang menjadi kesombongan Iblis, dan ini pulalah sejarah awal dari sikap rasis dalam sejarah kehidupan itu sendiri.

Berbagai kekeraaan dalam sejarah juga disebabkan oleh tendensi rasis dalam kehidupan manusia. Hitler misalnya membantai kaum Yahudi di Eropa, salah satunya karena Yahudi dianggap "polusi" bagi ras Eropa asli (Arian). Mereka dianggap melakukan kontaminasi terhadap warga kulit putih di Eropa. Karenanya mereka harus dieminir dari bumi Eropa.

Dalam sejarah Islam sendiri hal ini bukan sesuati yang baru. Sejak sebelum Islam datang di Mekah rasisme adalah salah satu penyakit kronis yang menggerogoti masyarakat Arab. Manusia ditimbang-ditimbang, dinilai berdasarkan ras dan warna kulit. Perbudakan juga umumnya dibangun di atas pertimbangan ras.

Maka Islam datang salah satunya untuk membawa dobrakan terhadap penyakit ini. Semua sisi ajarannya mengajarkan kesetaraan yang sejati.

Aqidah Tauhid tidak sekedar ajaran keesaan Tuhan semata. Melainkan sebuah konsep teologi yang memiki konsekwensi sosial yang tinggi. Percaya kepada Tuhan yang Maha Satu (Ahad) sekaligus mengajarkan bahwa selain yang "Satu" itu semuanya sama (ciptaan). Yang unik, yang khas, yang istimewa dan beda dari semuanya hanya Dia yang mencipta segalanya.

Oleh karenanya keyakinan tauhid yang tidak dibarengi oleh jiwa kesetaraan adalah keyakinan yang timpang. Keyakinan seperti ini berbahaya karena terancam: "barang siapa yang memiliki arogansi dalam dadanya walau sebesar zat atom maka dia tidak akan masuk syurga". Percaya kepada Tuhan yang satu tapi melebihkan diri atas orang lain, boleh karena ras, etnik, golongan sosial ekonomi, warna kulit, dan seterusnya adalah arogansi dan rasisme yang dikutuk.

Demikan halnya ibadah-ibadah dalam Islam. Semuanya mengarah ke penegakan "equalitas" yang murni. Sholat misalnya ketika sudah memasuki area kolektif (jamaah) maka semuanya sama. Semua berdiri pada barisan sama siapapun dan apapun status sosialnya. Seorang tukang sapu akan berdiri sejajar dengan seorang menteri ketika sudah menghamba kepada sang Pencipta.

Barangkali akan lebih nampak ketika umat ini melakukan ibadahnya yang paling universal, haji. Ibadah haji dimulai dengan ihram sebagai penggambaran fitrah kesucian. Bahwa yang melandasi kemanusiaan kita, kehormatan dan kemuliaan kita, bukan pada sisi material dan fisiknya. Tapi ada pada tataran fitrah kesuciannya.

Semua aspek penghambaan ibadah haji terpusat pada ketuhanan dan kemanusiaan. Tuhan yang Maha Satu dan kemanusiaan yang satu juga.

Sejak awal Rasulullah menyampaikan ajarannya di Mekah penekanan kesetaraan manusia itu menjadi perhatian besar. Bahkan Allah merencanakan pengikut-pengikutnya datang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Ada Abu Bakar dari kalangan Quraysh, Suhaeb dari kalangan Eropa (Roma), Salman dari kalangan Persia, dan Bilal dari kalangan Afrika.

Karakteristik keumatan itu direkam dalam risalah Al-Qur'an: "Wahai manusia, sesengguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang wanita. Lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Yang terbaik di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sungguh maha mengetahui lagi maha sadar".

Hal yang sama kemudian dikuatkan oleh pernyataan baginda Rasul SAW: "Semua kalian berasal dari Adam dan Adam tercipta dari tanah. Tiada kelebihan orang Arab di atas non Arab, atau non Arab di atas Arab. Tiada kelebihan orang putih di atas orang hitam atau orang hitam di atas orang putih kecuali dengan ketakwaan".

Kriteria kehormatan dan kemuliaan yang dibangun di atas ketakwaan inilah kemuliaan dan kehormatan universal. Kemuliaan dan kehormatan yang tidak dibatasi oleh batasan-batasan material dan fisik. Anda hitam anda bisa jadi yang termulia. And putih anda juga bisa jadi yang termulia. Ketakwaan hanya didefenisikan oleh dua  hal yaitu "hati dan karya".

Jika hati anda dihiasi oleh keimanan yang ikhlas kepada Allah dan kepada rasulNya serta semua hal yang menjadi tuntutannya, maka anda sudah memiliki dasar (pilar) kemuliaan anda. Dan jika di atas pilar itu anda bangun bangunan karya dan karakter yang indah dan solid, maka dengan sendirinya anda telah memiliki kriteria takwa. Dan itu intisari kemuliaan dalam Islam. Anda bisa pria dan anda paling bertakwan. Maka anda terhormat dan mulia karenanya. Sebaliknya anda mungkin wanita dan anda paling bertakwa. Maka anda juga menjadi terhormat dan mulia karenanya.  

Satgas Konga XXXV-C/Unamid Gelar Peringatan Isra Mi’raj di Afrika

KONFRONTASI-Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt (Indonesian Battalion) 03 menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H, bertempat di Masjid At-Tauhid Kesatrian Indobatt-03  Super Camp, El Geneina, Sudan Afrika, Sabtu malam (29/4/2017).

Pasukan Garuda Peringati Isra Miraj di Afrika

KONFRONTASI- Pasukan Garuda yang tergabung dalam Kontingan Garuda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) atau Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI yang beragama Islam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Masjid Al-Hijrah Camp Garuda, Mpoko Bangui, Afrika Tengah, Rabu malam (26/4/2017).

Shalat Tak Sekedar Kewajiban, Tapi Kebutuhan

Rajab merupakan bulan yang istimewa. Pada bulan ini terjadi peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW mendapat perintah shalat lima waktu. Shalat merupakan ibadah kepada Allah SWT yang berupa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, menurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syarak.

Bahasa lain dari shalat di antaranya disebut juga dengan doa, sujud, rukuk, dan zikir. Ketika shalat, setiap kita diharuskan untuk khusyuk dalam menjalankannya. Jadi, shalat bukanlah sekadar bacaan yang dihafalkan yang kita lakukan sehari lima kali. Sejatinya shalat merupakan bentuk konkret dari keyakinan pikiran dan hati terhadap adanya Tuhan yang menguasai hidup dan kehidupan manusia serta memiliki seluruh sifat keutamaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita yang menganggap shalat itu hanya sekadar ritual wajib semata. Padahal, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa shalat itu adalah tiang agama. Hal tersebut menunjukkan bahwa shalat merupakan faktor penting bagi berdirinya agama Islam. Dengan demikian, shalat juga menjadi faktor yang sangat penting bagi kehidupan kita. Maka, shalat dengan segala keutamaannya merupakan suatu kebutuhan bagi kita semua baik kebutuhan individual, keluarga, maupun sosial.

Pertama, shalat sebagai kebutuhan individual. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah RA yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa shalat lima waktu bagaikan sungai yang mengalir, yang apabila kita mandi padanya tiap hari lima kali, maka tidak akan ada satu pun kotoran yang tertinggal pada tubuh kita.

Shalat lima waktu diibaratkan oleh Rasulullah SAW sebagai sungai yang akan membersihkan diri kita dari dosa-dosa. Selain itu, pada hari akhir nanti, ketika manusia dikumpulkan untuk dihisab, amalan yang pertama akan dihisab adalah shalat. Maka, berbahagialah pada hari itu orang-orang yang beriman, orang-orang yang senantiasa menjaga shalatnya dan menjadikan shalat sebagai kebutuhan.

Tags: 

Mabes TNI Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj

KONFRONTASI-Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H dengan penceramah K.H. Jazuli zaini M.A., (Ketua Pembina Yayasan Al Minna), bertempat di Masjid Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (26/4/2017).
 

Kisah Umar bin Khatab dan Burung Pipit

KONFRONTASI-Khalifah Umar bin Khatab suatu saat berjalan di kota Madinah. Dilihatnya seorang anak kecil sedang mempermainkan seekor burung Pipit. Umar muncul ibanya melihat si burung itu, lalu membelinya dan melepaskannya ke angkasa. Ketika Umar wafat, salah seorang ulama terkenal bertemu Umar dalam mimpinya.

“Apa kabar Umar?” tanya sang ulama. “Apa yang telah dilakukan Allah atas dirimu?”

“Allah telah mengampuniku dan melewatkan segala dosaku.”

Wikileaks Bongkar Rencana China Sekulerkan Muslim Indonesia

KONFRONTASI - Cina menginginkan muslim yang merupakan 85 persen dari 240 juta penduduk Indonesia menjadi sekuler. Sekulerisasi itu bertujuan agar tidak membuat muslim di Indonesia membahayakan kepentingan Cina yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia.

WikiLeaks merilis sebuah kawat rahasia Kedubes AS di Beijing yang berisi pertemuan Kemlu China dan AS. Dalam kawat disebutkan China berencana untuk membuat umat Muslim Indonesia menjadi sekuler.

Laura Rodriguez: Islam Lebih Menghargai Hak-hak Perempuan

KONFRONTASI-Islam adalah agama yang universal dan rahmat bagi sekalian alam. Islam sangat menjunjung tinggi ajaran moral dan akhlak. Seluruh inti dari ajarannya memberikan kedamaian, ketenangan, dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Selain itu, Islam tidak membeda-bedakan derajat laki-laki dan perempuan, kecuali atas dasar ketakwaannya kepada Sang Pencipta alam semesta.

Isra Mi'raj Rasulullah: Roh Saja atau Beserta Jasadnya?

KONFRONTASI-Ada sebagian kalangan yang mengatakan bahwa Isra dan Mi'rajnya nabi shallallahu 'alaihi wasallam hanya ruhnya saja, sedangkan jasadnya tidak ikut. Pendapat ini kalau kita kaitkan dengan peristiwa-peristiwa sesudahnya serta dampak yang dialami oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam, nampak kurang bisa diterima.

Tags: 

Ulama Irak: Indonesia Miliki Para Ibu yang Luar Biasa

KONFRONTASI-Alunan shalawat nabi menggema di rumah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Jemursari, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 24 April 2017. Bersamaan dengan itu, pria berwajah Arab dengan busana khas ulama datang mendekat ke panggung, hadir di antara sekira seribu hadirin yang didominasi ibu-ibu.

Tags: 

Pages