23 October 2018

Fashion

Hijab, Busana yang Mendunia

KONFRONTASI-Nazma Khan baru berusia 11 tahun ketika dirinya pindah ke Amerika Serikat (AS) dari Bangladesh.

Saat masuk sekolah menengah pertama di negeri impian tersebut, Nazma yang masih sangat belia itu sudah mengalami diskriminasi karena busana yang dikenakannya dianggap tidak biasa. Di sekolahnya, Nazma merupakan satu-satunya siswi yang mengenakan kerudung, yang menandainya sebagai seorang muslimah.

"Tumbuh besar di Bronx, New York City, saya mengalami diskriminasi karena hijab saya. Waktu di sekolah menengah pertama, saya adalah `batman` atau `ninja`," kata Nazma dalam situs resmi World Hijab Day, sebuah gerakan yang kini berkembang menjadi organisasi nirlaba dunia.

Ia mengatakan pula, "Ketika saya masuk universitas setelah peristiwa 9/11, saya dipanggil Osama bin Laden atau teroris. Hal itu sangat mengganggu. Saya berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi ini adalah jika kita minta saudari/saudari kita untuk memiliki pengalaman mengenakan hijab sendiri."

Di negara-negara barat seperti AS, busana muslimah yang menutup seluruh tubuh dengan kain yang tebal, berukuran besar, dan berwarna tidak mencolok dianggap sebagai simbol penekanan dan penindasan terhadap perempuan.

Walau kebebasan telah menjadi tema kampanye global, tidak sedikit para muslimah yang mengenakan hijab masih mengalami pelecehan dalam bentuk verbal atau perlakuan yang tidak menyenangkan di tengah masyarakat yang sekuler. Hal ini terutama dialami oleh mereka yang hidup di negara-negara Barat, tempat Muslim merupakan masyarakat minoritas.

World Hijab Day (WHD) atau Hari Hijab Dunia yang diawali oleh seorang Nazma, seorang muslimah AS yang didiskriminasi karena busana yang dipakainya, diperingati setiap 1 Februari sejak 2013.

Bermula di AS, WHD kini memiliki ribuan pendukung di seluruh dunia, dan lebih dari 70 duta dari lebih 45 negara, termasuk dari Indonesia. Para duta ini memiliki latar belakang yang berbeda, dari siswa sekolah menengah atas hingga anggota kongres di Filipina.

Gerakan dan organisasi WHD bahkan telah mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh terkenal dunia, dan beragam kegiatannya diliput oleh media massa ternama, termasuk New York Times, BBC, CNN, Al-Jazeera, dan Huffington Post. Majalah Time bahkan memasukan WHD dalam kalendernya.

Anggota Dewan dari negara bagian New York David Weprin menyatakan dukungannya untuk WHD.

Dengan kejahatan karena kebencian terhadap orang-orang Muslim-Amerika yang meningkat tiga kali lipat pada tahun 2016, menurut dia, penting bagi kita saat ini untuk bersama-sama dengan sesama orang Amerika pada Hari Hijab Dunia.

Berakar pada prinsip kebebasan beragama dan kebebasan Amerika, gerakan Hari Hijab Dunia berusaha untuk mengakhiri diskriminasi dan penghakiman dengan mengenakan hijab.

7 Cara Hilangkan Bintik Putih Pada Bibir

KONFRONTASI-Spot Fordyce atau bintik putih di bibir sebagian besar memang tidak berbahaya, tetapi mempengaruhi penampilan.
Umumnya, bintik-bintik ini disebabkan sekresi sebum yang berlebihan di kulit. Akumulasi sebum menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri dan kuman yang menyebabkan infeksi yang menyebabkan bintik-bintik putih menonjol.
 
Untungnya, bintik-bintik tak sedap dipandang ini dapat diobati dengan bantuan pengobatan di rumah tertentu. Seperti dilansir Boldsky, ada beberapa pengobatan alami yang dapat membantu meringankan bintik putih di bibir dan mencegahnya berulang.

Pengobatan yang telah teruji ini diperkaya dengan sifat antibakteri yang dapat melawan bakteri penyebab infeksi dan meringankan bintik putih di bibir.

1. Bawang Putih
Bawang putih memiliki agen antibakteri yang sangat baik, sehingga dapat secara efektif melawan bakteri penyebab infeksi dan meringankan bintik hitam.

Cara pakai: Hancurkan cengkeh bawang putih, campurkan dengan minyak almond. Oleskan ramuan yang dihasilkan ke bibir. Biarkan selama beberapa menit sebelum membilasnya dengan air.  Lakukan seminggu sekali untuk hasil yang efektif.

2. Cuka Apel
Sifat asam dari cuka sari apel memungkinkannya mengobati infeksi dan menyingkirkan bintik-bintik putih pada bibir.
Cara Pakai: Rendam bola kapas ke dalam bentuk cuka sari apel yang diencerkan. Usapkan ke seluruh tempat di bibir, biarkan residu tetap di sana selama 5-10 menit. Bilas bibir Anda dengan air hangat. Lakukan dua kali dalam minggu untuk hasil yang maksimal.

3. Buttermilk
Buttermilk penuh dengan senyawa anti jamur yang bisa melawan bakteri dan kuman, serta mengurangi keunggulan bintik-bintik yang tidak sedap dipandang.

Cara Pakai: Rendam bola kapas ke dalam buttermilk, oleskan ke seluruh area yang terkena.  Biarkan residu di atas selama 10-15 menit, sebelum membilasnya dengan air hangat.  Gunakan obat ini 4-5 kali dalam seminggu untuk mencapai hasil yang diinginkan.

4. Minyak Atsiri Jojoba
Sebuah pembangkit tenaga antioksidan, minyak esensial jojoba dapat mengurangi bintik-bintik dan mencegahnya berulang.

Cara pakai: Campurkan 2-3 tetes minyak esensial jojoba dengan minyak vitamin E. Potong ramuan di seluruh daerah yang terkena. Biarkan selama 10 menit sebelum membilas bibir dengan air hangat.

5 Manfaat Kesehatan Bagi Pecinta Wisata Ekstrim

Konfrontasi - Menghabiskan waktu liburan di objek wisata ekstrem dan menantang jadi salah satu kegemaran wisatawan. Kira-kira bermanfaatkah kegiatan itu bagi kesehatan?

Mengingat, belakangan ini sebagian orang menyukai liburan di alam bebas sembari menikmati pemandangan yang cantik. Misalnya, para pendaki gunung yang senang pergi berkelompok, melakukan kegiatan menyelam di kedalaman laut yang menantang, atau malah melakukan paralayang di atas gunung, serta parasailing bebas di atas perairan laut.

Semua kegiatan itu punya sensasi yang berbeda-beda. Karena tentu setiap objek wisata bahkan menawarkan suasana berbeda.

Di sisi lain, wisatawan harus tahu apa manfaat dari melakukan perjalanan wisata ekstrem yang mungkin jarang dibahas. Daripada penasaran, simak ulasan berikut, dilansir Nbcnews.

1. Cegah penuaan hingga penyakit jantung

Sebuah studi yang dilakukan oleh Transamerica Center for Retirement Studies, bekerja sama dengan Asosiasi Perjalanan di Amerika Serikat menemukan, seseorang yang suka wisata ekstrem hidupnya lebih sehat. Mereka terbebas dari risiko penuaan dini. Bagi pria khususnya, kegiatan liburan seperti ini juga mencegah risiko serangan jantung yang pasti datang mendadak.

5 Ramuan Ini Mampu Kembalikan Cerahnya Warna Siku dan Lutut

Konfrontasi - Daerah siku dan lutut memang kerap berbeda warna dengan kulit lainnya. Biasanya kedua bagian tersebut warnanya lebih gelap dan kondisinya kering.

Tentunya setiap wanita menginginkan warna kulit yang merata secara keseluruhan. Untuk mengatasi dan menghilangkan area gelap dan kering di siku serta lutut, berikut adalah trik yang bisa dilakukan, seperti dilansir TimesofIndia, Jumat (2/2/2018).

1. Lemon

Coba Tips Ini agar Tak Dijuluki Si Mata Panda

KONFRONTASI-Pernahkah Anda dijuluki si mata panda gara-gara memiliki kantung hitam di bawah mata?

4 Biang Kerok Penyebab Gagalnya Program Menurunkan Berat Badan

Konfrontasi - Setiap orang ingin memiliki berat badan yang ideal. Anda mungkin juga demikian.

Setelah menempuh berbagai cara, mulai dari olahraga hingga konsumsi makanan-makanan tertentu, berat badan ternyata tak kunjung turun.

Hal itu sebenarnya sangat mungkin terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan berat badan sulit turun, meski sudah melakukan seribu cara. Empat faktor tersebut yakni:

1. Terlalu banyak gula dalam makanan Anda

Saat ini, banyak makanan kemasan di pasaran yang mengandung gula tambahan. Saat terbiasa makan makanan yang banyak mengandung gula, Anda cenderung ingin mengonsumsi lebih banyak gula dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, bacalah label pada kemasan terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan gizi dari produk makanan tersebut.

Jika gula menjadi salah satu bahan utama dari makanan itu, Anda perlu membatasi asupannya tidak lebih dari 10 gram.

2. Terlalu banyak garam dalam makanan Anda.

Sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of Nutrition menemukan bahwa terlalu banyak kandungan sodium akan menurunkan sensor kenyang di tubuh Anda. Pada akhirnya, hal ini akan membuat Anda menjadi lebih banyak makan. Batasi asupan sodium per hari tidak lebih dari 2.300 miligram.

Ladies, Tak Suka Miliki Kumis Tipis, Ramuan Ini Bisa Menghilangkannya

Konfrontasi - Bagi wanita, pertumbuhan rambut di atas bibir alias kumis sering dianggap mengganggu penampilan. Itulah sebabnya para wanita biasanya akan menghilangkan rambut itu dengan cara dicukur atau waxing.

Tapi, cara tersebut sebenarnya tidak baik dilakukan. Mencukur rambut halus itu malah akan mempercepat pertumbuhannya. Selain itu, tindakan ini memicu timbulnya jerawat membandel dan mengiritasi kulit. Anda tentu tidak mau mengalami hal itu bukan?

AQUA Japan Ciptakan Teknologi Nano Aqua

Konfrontasi - Anda yang beraktivitas di kota-kota besar, seperti Jakarta, akan merasakan gerah dan penat saat dalam perjalanan, karena arus lalu lintas yang padat dan berpolusi. Setiba di rumah, Anda tentu berharap bisa merasakan kesejukan, sehingga istirahat menjadi lebih berkualitas.

Tabir Surya Ternyata Juga Penting Digunakan Saat Naik Pesawat

KONFRONTASI-Sebagian orang mengira tabir surya hanya perlu digunakan saat cuaca terik, tapi ahli dermatologi mengatakan bahwa krim pelindung kulit ini harus digunakan setiap hari, termasuk saat bepergian naik pesawat.

Kebanyakan jendela pada pesawat punya kemampuan menahan sinar UVB, namun sinar UVA, yang bisa menembus kulit lebih dalam, masih bisa menembus kaca, dan itu berisiko menimbulkan masalah pada kulit.

Para Ahli Telah Menemukan Tes Darah untuk Mendeteksi Kanker Sejak Dini

KONFRONTASI -  Para ilmuwan telah menemukan cara yang dianggap efektif dalam mendeteksi keberadaan penyakit kanker melalui tes darah.

Sebuah tim dari Universitas Johns Hopkins telah menguji sebuah metode yang dapat mendeteksi delapan jenis penyakit kanker.

Visi mereka adalah tes tahunan yang dirancang untuk menangkap kanker lebih awal dan menyelamatkan nyawa. Pakar Inggris mengatakan itu “sangat menarik”. N

amun ada yang menilai lebih banyak pekerjaan dibutuhkan untuk menilai keefektifan tes ini dalam mendeteksi kanker stadium awal.

Pages