19 December 2018

Enterpreunership

Kreatif, Anak Muda Ini Dijuluki Steve Jobs Muda

KONFRONTASI-Tak berlebihan kiranya jika pemuda ini diberi julukan Steve Jobs muda. Pasalnya, anak ajaib di bidang teknologi asal Brisbane, Queensland, ini berhasil mengubah tugas sekolah menjadi bisnis yang berkembang dan menjadikannya CEO pada usia 17 tahun.

Pemuda bernama Scott Millar ini mendirikan BOP, Buy Our Product Industries, tiga tahun yang lalu saat masih duduk di Kelas 9 sebagai bagian dari studi bisnisnya di Sheldon College, bayside, Brisbane, Queensland. Produk pertamanya adalah membuat gantungan kunci berupa tulisan hashtag yang bisa disesuaikan dengan pesanan.

Rekan siswa dipekerjakan untuk membantu membuat gantungan kunci tersebut dengan menggunakan pemotong laser dan menjualnya di pasar lokal. Proyek ini mengajarkan kepadanya bagaimana menjalankan neraca, alur kerja dan menghasilkan keuntungan.

Tapi setelah ia sukses menjadi anak jagoan dalam menciptakan hologram, Scott kemudian mulai bermimpi besar, dan memutuskan untuk mengembangkan perusahaan proyeksi holografiknya sendiri.

Ini menciptakan tampilan 3D individual untuk pasar konferensi Australia.

Rental Wise, perusahaannya ini membuat hologram dalam bentuk apa saja dari mulai seharga 30 dolar AS sampai 2.000 dolar AS per perangkat, tergantung pada ukuran dan kompleksitas hologram. "Kami menghasilkan keuntungan yang fantastis," katanya.

"Ayah adalah investor awal yang menyuntikkan dana sekitar 6.000 dolar AS ke dalam bisnis ini," tambahnya. "Semua sudah dilunasi sekarang dan kami memperoleh keuntungan dan menginvestasikannya kembali."

Scott sekarang mengadakan lokakarya di seluruh Australia untuk meyakinkan remaja lainnya agar dapat mencapai tujuan yang sama, dengan mendorong mereka untuk merangkul teknologi.

Sejauh ini dia telah mengilhami lebih dari 4.000 anak muda untuk memikirkan profesi "pengusaha" ketika harus memilih karir.

Kepada sesama rekan sebayanya, Scott mengatakan itu adalah cara untuk memiliki pekerjaan dengan jaminan masa depan bagi mereka dan hidup mereka saat masih di sekolah.

"Saya ingin mendorong anak-anak untuk menunjukkan bahwa ada jalan lain yang bisa mereka jalani setelah mereka lulus, bukan hanya universitas," katanya.

Bulan depan, dia juga akan menjadi chief executive termuda yang bisa berbicara di event konferensi ‘Creative 3’ yang diselenggarakan oleh Queensland University of Technology (QUT), sebuah pertemuan terbesar di Australia bagi kalangan pengusaha kreatif.

Event organizer, CEO QUT Creative Enterprise Australia, Mark Gustowski, membandingkan remaja tersebut dengan salah satu pendiri Apple yang jenius. "Dia seperti Steve Jobs muda tanpa agresivitasnya," katanya.

"Orang-orang datang kepadanya dan tertarik dengan apa yang sedang dilakukannya," ujarnya. "Mereka ingin tahu siapa Scott dan apa yang mendorongnya."

Wow, Usaha Homestay di Cibodas Bisa Hasilkan Omzet Milyaran dalam Setahun

Konfrontasi - Poster atau papan kayu bertuliskan 'homestay' dapat dengan mudah ditemui di sepanjang Jalan Maribaya-Patrol, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jalur yang berada di ujung timur Lembang itu belakangan ini memang lebih ramai, seiring dengan kehadiran sejumlah tempat wisata di Desa Cibodas. 

Bsnis Sukses dan Harta Orang ini bertambah Rp 309,72 triliun

KONFRONTASI-Tahun ini merupakan tahun keberuntungan bagi Hui Ka Yan. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, Hui Ka Yan membukukan penambahan jumlah kekayaan tertinggi, dibandingkan miliarder dunia kondang lainnya.

Raup Untung US$ 72 ribu dari Beternak Kecoak

Konfrontasi - Apa yang akan Anda lakukan demi mendapat uang ratusan juta? Banyak pilihan yang bisa dilakukan, mulai dari mencari pekerjaan bergaji tinggi hingga beralih profesi menjadi pengusaha.

Seorang remaja asal Taiwan mampu mengumpulkan uang berlimpah dengan cara yang tidak biasa. Pria bernama Tong tersebut meraup omzet ratusan juta dari hasil beternak kecoak.

Gagal Jadi Guru, Suhardiman Sukses Jadi Pengusaha Salon

KONFRONTASI-Keterbatasan finansial membuat Suhardiman M Yusuf tak mampu melanjutkan pendidikannya. Alhasil, cita-citanya menjadi guru pun kandas.

Namun tak disangka, keterbatasan itu pula yang mendorongnya jadi pengusaha mandiri. Dua kakaknya bisa berangkat haji berkat usaha Suhardiman.

Salon kecantikan itu tak besar-besar amat. Sekitar 4x4 meter luasnya. Salon itu menerima jasa perawatan rambut untuk laki-laki dan perempuan, hingga paket pernikahan seperti make-up, baju, dan dekorasi.

Di dalam ruangan, kebaya beraneka warna dan model dipajang di patung-patung manekin. Tulisan Pretty Salon terpampang di depan salon.

Suhardiman yang biasa disapa Pretty, seperti nama salonnya melayani sendiri pelanggan yang datang.

Suhardiman dan salonnya belum setahun pindah di lokasi sekarang, Kelurahan Bastiong Talangame, Ternate Selatan, Maluku Utara.

Sebelumnya, salon ini bermarkas di Kelurahan Toboko, Ternate Selatan. ”Di Toboko rawan, suka (terjadi) tawuran,” katanya, Sabtu (5/8), mengungkapkan alasan kepindahan.

Sudah 10 tahun pria kelahiran Mailoa, Makian, Halmahera Selatan ini terjun ke bisnis kecantikan. Awalnya, tak pernah terbersit di benaknya akan berkarier di dunia tersebut. Sebab ia sangat ingin menjadi seorang guru.

”Sejak tamat SD di Mailoa tahun 1985, saya lalu pindah ke Ternate untuk lanjut sekolah. Tapi setelah tamat SMA tahun 1990, tidak bisa lanjut kuliah,” tutur Suhardiman.

Sayang, kedua orangtuanya tak mampu membiayai kuliah anak kedelapan dari sembilan bersaudara itu. Suhardiman pun harus mengubur dalam-dalam impiannya menjadi guru.

Di sisi lain, keterbatasan ekonomi itu melecutnya untuk banting setir menjadi pengusaha. ”Dulu ingin jadi guru, tapi karena faktor biaya dan orang tua yang tidak mampu sehingga saya tidak bisa kuliah,” kisah anak pasangan Yusuf Saban dan Hatija ini.

Suhardiman lantas melakukan pekerjaan apa saja untuk mengumpulkan modal. Selama 14 tahun, ia akhirnya bisa menyisihkan modal sebesar Rp 5 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli playstation, lantas disewakan.

”Waktu itu pada tahun 2004, saya tinggal di Tidore dengan kakak saya. Uang yang saya kumpul itu kemudian saya belikan PS sebanyak 12 unit untuk disewakan. Saat itu masih jarang orang menyewakan PS,” tuturnya.

Lantaran minimnya pesaing, usaha ini amat menguntungkan Suhardiman. Namun seiring berjalannya waktu, satu per satu bisnis serupa tumbuh subur di Tidore. Usaha PS Suhardiman hanya bertahan empat tahun.

”Tapi modal yang berhasil saya kumpulkan sebanyak Rp 50 juta. Saya kemudian pindah ke Ternate dan buka salon pada 2008,” sambungnya.

Suhardiman belajar merawat rambut dan merias secara otodidak. Namun sepanjang berbisnis di dunia kecantikan, ia berulangkali mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya.

Di Ternate, Suhardiman mengontrak sebuah bangunan di Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Tengah. Di ruangan tersebut, ia memajang alat-alat kecantikan dan gaun pengantin. Gaun tersebut disewakan untuk pelanggan.

Namanya usaha, tidak selalu berjalan mulus. Pendapatan awal salonnya tak seberapa. Tapi Suhardiman tak patah semangat. Setahun berikutnya, salonnya makin diminati pelanggan.

”Waktu itu pendapatan memang tak seberapa, karena memang tren bajunya masih di bawah standar,” terangnya.

Setelah beberapa tahun menetap di Tanah Tinggi, Suhardiman kemudian memindahkan salonnya ke kontrakan yang baru di Toboko.

Ia pun kebanjiran pelanggan, baik yang ingin menyewa gaun pengantin, gunting rambut, maupun riasan saat acara.

Ia juga sudah membuka cabang Pretty Salon di Tanah Tinggi dan mempekerjakan satu anak buah untuk mengelola cabang tersebut. ”Saya fokus urus salon yang induk,” katanya.

Untuk mendapatkan hati pelanggan, Suhardiman selalu turun tangan langsung menangani mereka. Jasa yang diberikan pun disesuaikan dengan keinginan pelanggan sepenuhnya. Gaun-gaun pengantin indah pun dimanfaatkan untuk menarik minat calon pelanggan.

Saat ini, pelanggan Pretty Salon sudah semakin banyak. Tiap bulan, Suhardiman paling sedikit menerima job untuk pengantin 3 sampai 4 orang. Per paket Rp 15 juta, berarti omzetnya bisa mencapai Rp 60 juta per bulan.

”Gaun pengantin per paketnya harga Rp 15 juta. Itu ada empat macam baju sekalian dengan riasnya. Biasanya saya terima job selain Ternate itu ada Tobelo, Bacan, dan Tidore. Harganya sama, terkecuali kalau ada yang pakai gaun hanya dua macam, harganya diturunkan,” paparnya.

Kuliner: E-Comerce Khusus Kuliner Racikan Insinyur Muda Lulusan AS

Membangun sebuah startup, terutama di bidang kuliner, mungkin bukan impian utama Anthony Gunawan. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 33 tahun silam ini sebenarnya baru setahun pulang ke Indonesia bersama istri tercinta.

Sebelumnya, Anthony menghabiskan 12 tahun hidup di negeri Paman Sam untuk menimba ilmu S1 dan S2, serta bekerja di bidang teknologi informasi, terutama sebagai programmer.

Satu bulan transaksi di Bukalapak mencapai Rp 1 triliun

JAKARTA-CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengatakan meski ramai pemberitaan belakangan ini terkait lesunya daya beli masyarakat, namun nyatanya transaksi penjualan di e-commerce malah naik.

"Kalau di Bukalapak sendiri naik tiga digit atau triple digit. Satu bulan transaksi di Bukalapak mencapai Rp 1 triliun, dengan transaksi per hari rata-rata 150.000. So far masih terus mengalami peningkatan terus sebagaimana jumlah pelapak yang saat ini sudah 1,7 juta," jelas Zaky kepada detikFinance, Kamis (8/8/2017).

Usaha Rumah Makan, Omzet Pak Gembus Capai Rp 14 Miliar Per Bulan

KONFRONTASI- Pemilik rumah makan "Ayam Gepuk Pak Gembus", Ridho Nurul Adityawan mengakui berwirausaha lebih enak ketimbang jadi karyawan. Ridho yang juga dipanggil Pak Gembus ini mengakui hidupnya lebih sejahtera saat menjadi wirausaha ketimbang menjadi karyawan biasa. Hanya saja, dia mengimbau bagi para calon wirausaha untuk tidak melihat dirinya saat tengah di atas seperti ini. Namun melihat ketika Ridho berada pada posisi tersulit, ketika berutang, dagangannya tidak laku, dan lain-lain.

Perempuan Ini Tak Lulus SMA, Jadi Usahawati Terkaya di Dunia

NEW YORK, KOMPAS.com - Pendiri perusahaan teknologi layanan kesehatan Theranos Elizabeth Holmes (33) pernah menjadi wanita terkaya di dunia, yang memperoleh kekayaan dengan usahanya sendiri.

Kekayaan Holmes menurut Forbes mencapai 4,5 miliar dollar AS. Namun, karena permasalahan terkait sengketa, Theranos hancur dan kini kantor pusatnya di Palo Alto, California disewakan.

Samuel Putra, Juara Sains Dunia hingga Lulus S-1,S-2, Summa Cumlaude di Oxford, Inggris

KONFRONTASI- Ini usaha individu bidang studi sains.Satu lagi anak muda Indonesia yang membuat bangga, dialah Samuel Leonardo Putra (21). Dia sukses lulus summa cum laude di Universitas Oxford, universitas nomor wahid dunia 2016 versi Times Higher Education!

Pages