19 December 2018

Enterpreunership

Alasan Gojek Rambah Vietnam

KONFRONTASI-CEO dan founder Go-Jek, Nadiem Makarim menilai Vietnam sebagai negara yang paling optimal untuk jenis teknologi layanan yang perusahaannya kembangkan. Ini menjadi salah satu alasan Go-Jek akhirnya melebarkan sayap ke negara itu. 

Berkah Asian Games, Pedagang Kopi Bisa Raup Omzet Hingga Rp20 Juta/hari

KONFRONTASI-Pengusaha kedai kopi yang berjualan di Asian Festival, Gelora Bung Karno, Jakarta, selama penyelenggaraan Asian Games 2018 mengaku bisa menjual 800 gelas setiap harinya dengan harga Rp25 ribu setiap gelas.

Promosi Offline Dalam Digital Marketing, Perlukah?

KONFRONTASI-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi di era digitalisasi dan digital marketing, banyak pemula yang masih mempertanyakan apakah promosi secara offline masih dibutuhkan.

Meraup Berkah dari Asian Games

KONFRONTASI-Perhelatan Asian Games 2018 membawa berkah tersendiri bagi Ica, warga Bandung, yang memanfaatkan ajang olahraga empat tahunan se-Asia itu untuk meraup rezeki dengan berjualan kaos edisi khusus Asian Games 2018.

Ketika ditemui di Jalan Cagak, Subang, tempat finis balap sepeda jalan raya Asian Games 2018, Ica tengah sibuk melayani para pembeli yang berkerumun di belakang mobil Grand Livina hitamnya.

"Asian Games kali ini ada di Indonesia maka kami ingin memanfaatkan momen ini sebagai ajang yang jarang banget. Selain itu ada peluang bisnis juga," kata Ica.

Ica bersama suaminya sudah jauh hari mempersiapkan desain dan barang dagangannya yang berupa kaos, jersey sepeda, hingga jaket, sejak kurang lebih dua bulan sebelum Asian Games 2018 resmi dibuka.

Kurang lebih 1.500 unit kaos dan jaket Ica persiapkan untuk dijajakan selama Asian Game 2018 mulai dari pawai obor di Bandung, Tasik, Garut, hingga perlombaan balap sepeda di Subang, Jawa Barat.

"Alhamdulillah sekarang tinggal 150," kata Ica, yang juga menjalankan usaha toko baju muslim di Bandung itu.

Kaos dengan logo Asian Games 2018 dia tawarkan dari harga Rp50.000-Rp170.000

Sementara jaket berbahan parasit dengan logo Asian Games dia tawarkan dengan harga Rp300.000.

Perhelatan Asian Games 2018 membawa berkah tersendiri bagi Ica, warga Bandung, yang memanfaatkan ajang olahraga empat tahunan se-Asia itu untuk meraup rezeki dengan berjualan kaos edisi khusus Asian Games 2018.

Ketika ditemui di Jalan Cagak, Subang, tempat finis balap sepeda jalan raya Asian Games 2018, Ica tengah sibuk melayani para pembeli yang berkerumun di belakang mobil Grand Livina hitamnya.

"Asian Games kali ini ada di Indonesia maka kami ingin memanfaatkan momen ini sebagai ajang yang jarang banget. Selain itu ada peluang bisnis juga," kata Ica.

Ica bersama suaminya sudah jauh hari mempersiapkan desain dan barang dagangannya yang berupa kaos, jersey sepeda, hingga jaket, sejak kurang lebih dua bulan sebelum Asian Games 2018 resmi dibuka.

Kurang lebih 1.500 unit kaos dan jaket Ica persiapkan untuk dijajakan selama Asian Game 2018 mulai dari pawai obor di Bandung, Tasik, Garut, hingga perlombaan balap sepeda di Subang, Jawa Barat.

"Alhamdulillah sekarang tinggal 150," kata Ica, yang juga menjalankan usaha toko baju muslim di Bandung itu.

Kaos dengan logo Asian Games 2018 dia tawarkan dari harga Rp50.000-Rp170.000

Sementara jaket berbahan parasit dengan logo Asian Games dia tawarkan dengan harga Rp300.000.

Tidak hanya warga lokal, pembeli kaos edisi khusus ini diminati juga oleh pembeli berkewarganegaraan asing seperti Oka dari Jepang.

"Kaos ini untuk saya. Nanti saya mau membeli untuk teman yang lain, untuk oleh-oleh," kata Oka dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan aksen Jepang.

Oka, yang sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun delapan bulan, adalah seorang karyawan perusahaan di Jakarta.

Oka datang ke Subang untuk mendukung pebalap Jepang Hideto Nakane, yang disponsori oleh perusahaan tempat dia bekerja di Jakarta.

Thomas Alfa Edison, Anak Idiot yang Menemukan Lampu Listrik, jadi Ilmuwan Dunia

Thomas Alfa Edison adalah salah satu ilmuwan paling masyhur di dunia. Hasil-hasil temuannya mencatatnya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Thomas pun seorang pengusaha yang sukses.

Tantangan Berbisnis Kopi di Indonesia

KONFRONTASI-Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, termasuk di Indonesia, tapi merintis bisnis kopi tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Adrian Zmith, pemilik i Koji Coffee, mengemukakan, ada berbagai faktor yang berperan dalam mempertahankan bisnis kopi, dalam hal ini adalah kedai kopi. 

"Tantangannya tempat dan momen ketika membuka kedai kopi," kata Adrian, di konferensi pers Pekan Raya Indonesia 2018, Jakarta, Rabu.

Tantangan Startup Menurut Ilham Habibie

KONFRONTASI-Kemunculan perusahaan rintisan, atau startup, yang mengubah model bisnis yang sudah lama berjalan, menurut pendiri organisasi Berkarya Indonesia Ilham Habibie, bukan hanya dirasakan di Indonesia, namun juga banyak negara lainnya.

Mengingat kemunculannya yang masih tergolong baru, Ilham menilai perusahaan rintisan di Indonesia memiliki berbagai tantangan, salah satunya adalah mengenai pendanaan.

Faisal Rusdi Tetap Berkarya Dalam Keterbatasan Fisik

KONFRONTASI -   Keterbatasan fisik yang dialami Faisal Rusdi tak membuatnya terus berputus asa. Meski sempat merasa kecewa dan tak dapat menerima kondisinya saat itu, lambat laun Faisal Rusdi mampu bangkit dan menggali berbagai potensi yang dimiliki.

Sampai akhirnya, pria yang kini berusia 43 tahun tersebut berhasil menggelar pameran tunggal hingga mancanegara. Semua karyanya dihasilkan dengan goresan kanvas yang dilukis melalui mulut.

Menangguk Berkah di Musim Kemarau

KONFRONTASI-Musim kemarau bagi warga selatan Cianjur, Jawa Barat, tepatnya Desa Wangunsari di  Kecamatan Naringgul, mendatangkan berkah karena mereka dapat memanen madu odeng yang berlimpah.

Sainah Raup Rp90 Juta Per Bulan dari Usaha Baso Tusuk

KONFRONTASI-Sainah merupakan salah satu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mandiri dan kini berpenghasilan bersih hingga Rp90 juta per bulan dari usaha bakso tusuknya.

Pages