16 December 2018

Ekbis

Gara-gara Arab Saudi, Harga Minyak Anjlok ke Titik Terendah

KONFRONTASI - Harga minyak mentah global Jumat pagi WIB, anjlok ke titik terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir, karena aksi pemangkasan harga oleh eksportir utama Arab Saudi, meski pulih kembali di akhir perdagangan.

Para analis mengatakan Riyadh telah mengumumkan harga yang lebih rendah untuk keempat bulan berturut-turut guna mempertahankan pangsa pasarnya setelah kalah melawan peningkatan produksi oleh rival-rivalnya di OPEC dan tempat lain.

Indeks Dow Jones Merosot, S&P 500 Datar

KONFRONTASI - Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit berubah pada Kamis (Jumat pag WIB), agak menguat dari penurunan besar di pertengahan sesi, karena investor menunggu laporan pekerjaan AS untuk September pada Jumat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 3,66 poin (0,02 persen) menjadi ditutup pada 16.801,05, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500, yang jatuh ke serendah 1.926,03, berakhir datar di 1.946,17, naik tipis 0,01 poin. Indeks komposit teknologi Nasdaq naik 8,11 poin (0,18 persen) pada 4.430,19.

Dolar Kembali Tertekan Kebijakan ECB

KONFRONTASI - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena Bank Sentral Eropa (ECB) meluncurkan rencana pembelian aset baru untuk merangsang ekonomi zona euro yang lesu.

Kadin Kesal Lihat Pertarungan Keras Pemerintahan Jokowi Versus Koalisi Merah Putih

KONFRONTASI - Kalangan pengusah yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia galau melihat Koalisi Merah Putih alias KMP yang dimotori Gerindra dan pemerintahan Jokowi-JK menampilkan sikap yang kuat-kuatan. Pertarungan politik yang menang-menangan tersebut akan sangat membahayakan kondisi ekonomi Indonesia.

Demikian terungkap dalam diskusi Kadin Indonesia dengan para pemred di Restoran Kembang Goela, Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis malam (2/10).

Rupiah Melemah, Menko CT Salahkan KMP?

KONFRONTASI - Kemenangan Koalisi Merah Putih menguasai DPR menyulitkan upaya Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung meyakinkan investor. CT sapaan Chairul Tanjung tidak menampik penurunan nilai tukar rupiah karena kondisi politik saat ini. "Mereka khawatir pemerintah akan kurang efektif dalam melaksanakan programnya," kata CT di kantornya, Kamis, 2 Oktober 2014.

Komunitas Migas Tolak Pembubaran Petral

KONFRONTASI - Komunitas Migas Indonesia (KMI) menolak rencana pembubaran Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) karena masih memiliki peran penting dalam menyediakan pasokan minyak untuk Pertamina."Petral tidak perlu dibubarkan karena persediaan BBM kita belum melebihi permintaan", kata Ketua Dewan Pembina KMI, wan Ratman di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kalau pemerintah sudah berhasil membuat persediaan minyak lebih besar dari jumlah kebutuhan masyarakat, Petral bisa bubar sendiri karena tidak dibutuhkan lagi.

Wamen ESDM Anggap Wajar Rencana Kenaikan Harga BBM Rp3 Ribu

KONFRONTASI - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, menyambut baik rencana Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang bakal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar Rp3 ribu per-liter. Kenaikan harga BBM dinilai logis karena beban subsidi dianggap perlu dikurangi. "Subsidi BBM yang sudah mencapai Rp300 triliun, atau hampir Rp1 triliun per hari. Ibaratnya, itu sama dengan menggarami lautan," katanya di Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2014.

DPR Dikuasai KMP, Pelaku Pasar Keuangan Was was

KONFRONTASI - Perekonomian nasional terganggu tekanan internal dan eksternal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan para pelaku pasar keuangan terlihat masih khawatir dengan kedua tekanan tersebut.

"Ini berakibat pada penurunan Indeks Harga Saham Gabungan dan pelemahan rupiah," katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Chairul mengatakan tekanan eksternal datang dari potensi normalisasi kebijakan moneter The Fed yang segera dilakukan, paling cepat pada awal tahun 2015, yang membuat nilai dolar menguat terhadap mata uang rupiah.

Rupiah Menguat Jadi Rp12.099 Kamis Sore

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore (2/10), menguat 26 poin menjadi Rp12.099 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.125 per dolar AS.

"Data ekonomi domestik yang telah dirilis kemarin (Rabu, 1/10) diperkirakan baru direspon hari ini sehingga nilai tukar rupiah kembali berada dalam area positif meski dalam kisaran terbatas," kata Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir di Jakarta, Kamis (2/10).

Rupiah Rontok, Sofjan Wanandi: Unsur Dalam dan Luar Bermain

KONFRONTASI - Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa hari belakangan ini tidak bisa dikaitkan dengan isu pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, Kamis 2 Oktober 2014.

Sofjan menampik anggapan bahwa penurunan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir disebabkan sentimen negatif terhadap isu politik dalam negeri ini. Isu utama yang membuat rupiah tertekan adalah pengetatan stimulus moneter AS.

Pages