25 May 2017

Ekbis

Importir Wajib Tanam Bawang Putih

KONFRONTASI-Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mewajibkan para importir untuk menanam bawang putih sebanyak lima persen dari total volume impor yang diajukan, guna meningkatkan produksi yang selama ini masih terbilang sangat rendah.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, mengatakan bahwa kewajiban importir tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017, sebagai pengganti dari Permentan Nomor 86 Tahun 2013.

"Importir diberikan kewajiban untuk melakukan pertanaman bawang putih sebanyak lima persen dari volume impor yang diajukan," kata Amran.

Amran mengatakan bahwa para importir tersebut wajib mengembangkan bawang putih di dalam negeri karena produksi masih sangat rendah.

Berdasarkan data Kementan, produksi bawang putih dalam negeri hanya sebesar 20.000 ton per tahun, jauh dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 500.000 ton per tahun. Kebutuhan komoditas tersebut selama ini didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India dan Mesir.

Selain itu, pemerintah turut mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk bawang putih yaitu sebesar Rp38.000 per kilogram. Importir hanya diperbolehkan menjual dengan harga maksimum Rp23.000 per kilogram, sehingga harga di tingkat konsumen tidak lebih dari Rp32.000 per kilogram.

Kenaikan harga bawang putih pada minggu ke I dan II bulan Mei sebesar 31,5 persen menjadi rata-rata Rp56.907 per kilogram. Hal tersebut menunjukkan bahwa impor tidak menjamin harga menjadi lebih murah, bahkan disinyalir komoditas ini akan menjadi salah satu penyebab inflasi di bulan ini.

Mentan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

KONFRONTASI  --  Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan swasembada bawang putih ditargetkan pada 2020 atau tiga tahun lagi. Ia optimistis target tersebut tercapai karena Indonesia memiliki potensi wilayah yang mendukung bawang putih.

Samsung Jadi Raja Penjualan Smartphone Global Kuartal I 2017

KONFRONTASI  -- Penjualan global smartphone melonjak menjadi 380 juta perangkat pada kuartal pertama 2017, naik 9 persen dari periode yang sama tahun 2016, menurut perusahaan analis Gartner.

Samsung dan Apple memang mempertahankan posisi teratas mereka, namum perusahaan asal China Huawei, Oppo dan Vivo mengkontribusi hampir seperempat dari seluruh penjualan global smartphone.

Samsung tetap memimpin posisi, namun mengalami penurunan jumlah perangkat yang dikirim karena penjualan Galaxy Note yang dihentikan.

Moody's Investors Service Turunkan Rating China Jadi A1

KONFRONTASI -   Moody's Investors Service menurunkan rating utang China, Rabu (24/5) menjadi A1 dari sebelumnya Aa3. Outlook rating utang China direvisi menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Moody's mengatakan, rating ini merefleksikan ekspektasi bahwa kekuatan finansial China akan terkikis dalam beberapa tahun mendatang. Penyebabnya adalah perkiraan utang terus melebar sementara pertumbuhan ekonomi melambat.

Sebelum Pertemuan OPEC Harga Minyak Tertahan

KONFRONTASI -   Laju harga minyak mentah berlanjut pagi ini, Rabu (24/5) meski tak kencang. Pasar tengah menunggu pertemuan OPEC mulai besok malam yang bisa menentukan arah pergerakan minyak.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli di pasar Nymex pukul 8:00 WIB di US$ 51,52 per barel. Kemarin, harga minyak jenis ini di US$ 51,47 per barel.

Sedangkan harga minyak Brent untuk kontrak Juli pagi ini diperdagangkan di US$ 54,21 per barel, naik dari posisi kemarin US$ 54,15.

Rasio NPL Perbankan Pada Kuartal I 2017 Terus Mendaki

KONFRONTASI -  Rasio kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) perbankan pada kuartal I 2017 terus mendaki. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan per Maret 2017 mencapai 3,04% naik dari periode sama tahun lalu sebesar 2,83%.

Setidaknya ada empat sektor yang menjadi penyumbang NPL terbesar. Tertinggi, sektor pertambangan dan penggalian yang mencetak NPL hingga 7,04%. Jumlah ini melonjak dari posisi 4,22% pada Maret 2016.

Harga Batu Bara 24 Mei – Di Saat Minyak Mentah Menguat, Batu Hitam Justru Hentikan Reli

KONFRONTASI -  Harga batu bara menghentikan reli penguatan pada penutupan perdagangan, Selasa (23/5/2017).

Pada perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa Rotterdam, ditutup melemah 0,49% atau 0,35 poin ke US$71,75/metrik ton.Batu bara menghentikan reli penguatan yang berlangsung selama tujuh sesi perdagangan sejak 12 Mei.

Pada perdagangan sebelumnya, batu bara menguat 1,98% atau 1,40 poin ke US$72,10 per metrik ton.

Kurs Rupiah 24 Mei Pagi Ini Spot Dibuka Melemah 8 Poin ke Rp13.299

KONFRONTASI -   Penguatan nilai tukar rupiah bertahan pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (23/5/2017). Rupiah ditutup menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke Rp13.299 per dolar AS, setelah dibuka dengan penguatan 0,08% atau 11 poin di posisi 13.291.

KINO Bagikan Dividen Rp25 per Saham

KONFRONTASI - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp25 per saham dari laba bersih tahun buku 2016.

Perseroan mengalokasikan dana Rp35,7 miliar atau setara dengan 20 persen dari laba bersih 2016. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (22/5/2017).

Pembagian dividen akan dilakukan pada 16 Juni 2017. Untuk itu perseroan akan mencatat daftar pemegang saham pada penutupan 30 Mei 2017.

Apa Alasannya Laba Indocement Turun hingga 50%? Ikuti Ini


KONFRONTASI -     PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengalami penurunan lebih dari 50% laba pada kuartal I-2017 sebesar Rp500 miliar dari periode sama di 2016 Rp1,80 triliun.

"Pendapatan kuartal I 2017 juga turun 14,1%, karena terdapat penurunan harga semen 12% dan adanya kompetisi dengan produsen semen baru," kata Christian Kartawijaya, Presiden Direktur Indocement di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Tags: 

Pages

Berita Terkait