29 February 2020

Budaya

Momiji, daun-daun merah yang berguguran

Oleh: Surono Tjasmadi

 

 

menyatu dengan tubuh sungai
yang mengalir ke dalam nyanyi puisinya

 

dinikmatinya Hassun, selembar daun merah kenangan
potongan cinta yang penuh kehangatan
dan kisah seorang pembuat boneka
yang memenuhi sudut-sudut desanya dengan boneka-boneka
karena penghuni makin musnah

 

Hari Ini, Unsyiah Kukuhkan Pasutri Jadi Profesor, Pertama Kali di Kampus "Jantong Ate Rakyat Aceh"

KONFRONTASI -   Suatu peristiwa langka akan berlangsung di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh, hari ini Rabu (26/2/2020).

Untuk pertama kalinya dalam 58 tahun usia "Kampus Jantong Ate Rakyat Aceh" ini ada dua dosen berstatus suami istri yang dikukuhkan serentak sebagai profesor (guru besar).

Mereka adalah Prof Dr Khairul Munadi ST, MEng dan istrinya, Prof Dr Fitri Arnia ST, MEngSc.

Berdasarkan surat undangan yang sudah beredar dalam tiga hari terakhir, Rabu besok ada tiga profesor yang dikukuhkan Unsyiah.

Puisi Apocalypso 14

Juftazani


Kepada kekuatan Oligarki yang tak Tampak di Mata Telanjangku

 

Rizal Ramli Berduka Atas Wafatnya Pak Ventje Rumangkang

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyampaikan belasungkawa yang dalam atas wafatnya Ventje Rumangkang

Menuju Tangsel 1 dan Bertekad Mengabdi, Rizal Bawazier beribadah Umroh

KONFRONTASI- Pengusaha muda  Rizal Bawazier sedang menjalani ibadah umroh  ke tanah suci. Rizal, pria yang asal leluhurnya dari Desa Lengkong Kyai ,Tangsel itu,  memperoleh sipirt dan motivasi makin kuat  dari Allah SWT  untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan. ''Alhamdullilah, bertekad mengabdi demi warga Tangsel ,  saya memperoleh energi spiritual baru untuk maju ke pilwakot Tangsel,'' ujarnya dari Mekkah, Saudi.

Puisi Apocalypso 13

Juftazani

 

Di negeri yang telah mati ini
Aparat dan pejabat bagai robot tanpa jiwa
Menghisap darah rakyat
Menyerang jendela rumah warga dan menculik anak-anak
Dijadikan tumbal kerakusan dan ketamakan
Setiap malam yang seram, mereka menjelma drakula
Melakukan pesta penghisapan
Mengeksploitasi setiap tenaga rakyat yang merangkak dalam
Rawa-rawa penindasan dan  penderitaan

 

Puisi Apocalypso 12

Juftazani

 

Matahari membara membolik-balikkan bola matamu
Zaman pun menggelora dengan suka-duka manusia
Tersungkur di altar peradaban yang penuh luka
Matamu mengembara dengan kejahatan-kejahatan yang menggemertakkan api neraka
Dengan dengung tetabuhan yang sangat marah
Dengan kedua sayapnya terbang mengentup siapa saja
Berani menggangu kedamaian mereka
Terbakarlah zaman yang tenang dan riang
Dalam kelembutan surga masyarakat yang cinta kedamaian dan cahaya keabadian

 

Puisi Czeslaw Milosz: Nyanyian tentang Hari Kiamat

Oleh:  Aliyuna Pratisti

 

Puisi Apocalypso 11

Janji Tuhan di Wuhan


Juftazani

 

Di akhir zaman pemimpin tak berbohong bukanlah pemimpin
Di atas bencana,
di bawah bencana,
di kiri bahaya
Di kanan wabah merajalela
Peperangan, bah tsunami, galodo atau gempa
Bersamaan meneriakkan murka langit dan bumi
Bagi sifat dajal manusia era ini
Masa depan adalah sebuah kapal
Sedang mencoreng-moreng nasib kita di hari ini

 

Mimpi Johannes van den Bosch lewat Tanam Paksa yang Berantakan

Sistem Tanam Paksa berhasil mengisi kembali kas kolonial setelah terkuras pada Perang Jawa.

 

Oleh: Indira Ardanareswari

 

Pages