23 September 2019

Budaya

Begini Jamlurah Ungkap Sejarah Tanah Abang

KONFRONTASI -   Jangan sampai melupakan sejarah Tanah Abang. Inilah yang disampaikan dalam acara Jamlurah (Jangan Ampe Lupain Sejarah) yang digelar Jum’at malam (20/9) di halaman Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Acara ini digelar oleh Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dengan menghadirkan Sejarawan Betawi, Abdul Chaer, Budayawan Sem Haesy, dan tokoh masyarakat Tanah Abang Sholahuddin. Selain masyarakat sekitarnya, acara ini juga dihadiri oleh Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, serta camat dan para lurah di  Tanah Abang.

Sebuah Nilai yang Mempersatukan Perantau. Minang & Purworejo?

“Walau kaie nan dibantuak, ikan dilauik nan diadang”

 

KONFRONTASI -  Artinya, bagaimanapun bentuk kailnya, bakal bertemu ikan di laut. Prinsip yang sangat familiar dari tanah Minang ini menyampaikan pesan untuk mempunyai visi dan misi yang besar dari sesuatu hal. Dan penggambaran dalam pelaksanaan sekaligus untuk mengukur tingkat keberhasilannya.

Apa itu PSHT, Aliran Pencak Silat yang Paling Disegani di Indonesia?

KONFRONTASI -  Berbicara tentang seni bela diri, Indonesia mungkin bisa dikatakan sebagai gudang. Alasannya tak lain karena di sini kita bisa menemukan begitu banyak seni olah tubuh ini. Mulai dari yang dari luar macam Karate, Judo, dan lain sebagainya, sampai versi lokal seperti pencak silat dan lain sebagainya. Uniknya, masing-masing seni bela diri ini memiliki ciri khas tersendiri meskipun beberapa mungkin mempunyai kesamaan.

Cinta dan Kecerdasan Teruntuk: B. J. Habibie

Oleh: Supriyanto Helmi Tanjung

 

 

" Kecerdasan tanpa cinta sangat berbahaya,  sedangkan cinta tanpa kecerdasan tidaklah cukup"
Katamu berapiapi. Sejujurnya aku tak percaya Kau bicara tentang cinta. Tapi betapa bisa aku tak percaya kalau tangismu sendiri pecah saat kekasihmu pergi

Kau juga merasakan bahwa kecerdasan membuat hidupmu terasa sepi dan sunyi kalau Tuhan tak dihadirkan. Jalan sunyi kepintaranmu mengantarkanmu menjadi potret betapa anakanak dan benda duniawi lain hanyalah hakikatnya nisbi

Daeng Pacidda - Puisi Mengenang BJ Habibi

Oleh Dedhi Suharto

 

Tentu semua karena Allah
Yang menakdirkan segalanya
Hingga di saat negeri ini porakporanda
Dihantam krisis moneter
Serta kerusuhan 1998
Kau pun tampil
Dengan jiwa negarawan
Bergerak lincah bergerak cepat
Menyusun kabinet membuat keputusan-keputusan besar
Dengan nalar dan niat benar
Meski salah satunya membuat Timor Leste keluar
Dari nusantara besar

 

40 Hari Mbah Moen: Zawawi Kupas Kata "Santri", Isbedy Baca Puisi

KONFRONTASI – D. Zawawi Imron, yang dijuluki Penyair Celurit Emas dari Madura mengupas kata "Santri" pada malam Mengenang 40 Hari Wafat K.H. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam di Pondok Pesantren Raudhatul Thalibin, Rembang, Jawa Tengah. Menurutnya, santri berasal dari kata sastri.

“Kata itu dari bahasa Jawa. Tapi karena lidah maka menyebut jadi santri,” kata Zawawi.

Zawawi melanjutkan, santri berarti murid yang hatinya bersih. Maka, katanya, kalau santri menyumpah-nyumpah dan teriak-teriak, belumlah disebut santri yang hatinya bersih.

Gerimis Terakhir - Puisi Mengenang BJ Habibi

Oleh:  Tatang

 

Airmata hanyalah sekedar sebuah fatamorgana mengalir membasahi seluruh negeri sebagai pembasuh euforia menyambut bianglala

Aneka warna bendera berkibar menyambut duka cita
Mengibarkan nestapa disetiap dada

Aku kehilanganmu
Kau telah pergi seiring gerimis tipis
Membasahi bumi

Derai airmata semakin deras
Menghanyutkan berjuta rasa
Haru kami mengenangmu

Kami semua kehilanganmu
Salah satu putra terbaik bangsa

Selamat jalan

Dimanakah Alamatmu, Wahai Cinta? Puisi Juftazani

Juftazani

1
Dimanakah kau berada wahai cinta
Seekor angsa menanyakan alamatmu
Aku yang tercelup dalam gaya aksi
akan terlihat gaya reaksi sama besarnya
dalam arah yang berlawanan
Engkau ada di langit, aku di bumi
Bawalah aku pergi, telanjang dan sendiri
Dengarlah ketukan-ketukan hari
seperti ketukan garputala
menggugah genta di alam ruhani
seekor angsa yang hina ini berenang di arus dingin sendiri
aku rindu jiwa di sebuah perapian yang sunyi

Asrizal Nur 'Mengaum' di Hadapan Ribuan Santri La Tansa

KONFRONTASI-Seniman Asrizal Nur tampil menghipnotis ribuan santri di Pondok Pesantren La Tansa, Lebak-Banten, dalam acara La Tansa International Literary Festival (LILFEST) 2019, Sabtu (7/9/2019).

Penyair kelahiran Riau ini membuka aksinya dengan nyanyian lagu Melayu “Perahu Waktu” yang disambut tepuk tangan meriah para santri La Tansa.

Menurut Asrizal, lagu tersebut sengaja dinyanyikannya demi memperkuat persaudaraan serumpun dan menghormati para tamu dari negara tetangga yang hadir dalam festival tersebut.

Republik Lanfang, Republik Pertama di Nusantara

KONFRONTASI -    Gelombang imigran Cina menerpa Kalimantan Barat pada pertengahan abad ke-18 itu. Mereka didatangkan oleh Kesultanan Mempawah dan Sambas untuk dipekerjakan di tambang-tambang emas dan timah yang banyak terdapat di kawasan tersebut. Nantinya, kaum pendatang ini bersatu dan membentuk republik pertama di Nusantara, bernama Republik Lanfang.

Pages